Milenial Cantik Ini Bangga Bisa Terlibat dalam Sejarah Politik Kabupaten Bandung

  • Whatsapp
Anggun Putri A, Warga Kampung Sayati Hilir Desa Margahayu Selatan Kecamatan Margahayu.
Perkiraan waktu baca: 3 menit

NOTIF.ID, KABUPATEN BANDUNG – Anggun Putri Afirani tampak serius mendengarkan seseorang yang bertindak sebagai mentor berbicara. Meski pembicaraan tentang politik merupakan hal baru baginya, dia tak mau apatis.

“Saya tertarik ingin mengetahui lebih jauh soal Pilkada itu seperti apa. Karena sebagai generasi muda kita tidak boleh apatis terhadap politik, tapi harus belajar dan turut terlibat. Apalagi saya disini bersama kawan kawan, akan ditugaskan menjadi saksi untuk paslon idola kami Teh Nia yang memang dekat dengan kalangan milenial Bandung. Serta banyak menginspirasi kaum muda,” kata Gadis berkulit wajah bersih, berusia 20 tahun itu.

Read More

Belum banyak partai yang melirik kaum milenial untuk dikader agar mau dan mampu memahami politik. Di antara yang sudah mulai menggaet kaum muda adalah Partai Golkar Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Menghadapai pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020, partai berlambang pohon beringin ini merekrut orang dengan rentang usia 18 hingga 45 tahun untuk ditempatkan sebagai saksi di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Pilkada yang berlangsung tanggal 9 Desember.

Anggun adalah satu di antaranya. Warga Kampung Sayati Hilir Desa Margahayu Selatan Kecamatan Margahayu itu ikut dalam bimbingan teknis (bintek) saksi di TPS. Selain Anggun, ada pula ratusan calon saksi dari pasangan calon (paslon) nomor urut 1, Kurnia Agustina-Usman Sayogi (NU Pasti Sabilulungan) yang tengah bimbingan itu di Gedung Serba Guna di Perumahan Permata Kopo Kecamatan Margahayu, Selasa 17 November 2020.

Menjadi saksi di TPS adalah pengalaman pertama Anggun. Dia merasa gembira bisa terlibat dalam momentum Pilkada ini. Apalagi, paslon yang digawanginya di TPS itu Teh Nia, seorang perempuan “binangkit” yang karier politiknya cukup “mentereng”. Teh Nia juga sebagai seorang istri yang bisa mendampingi suaminya Dadang M Naser bertugas sebagai Bupati Bandung selama dua periode.

“Saya bangga bisa menjadi bagian dari sejarah politik Kabupaten Bandung. Apalagi saya sebagai anak muda milenial dipercaya untuk menjaga dan mengawal raihan suara untuk paslon NU Pasti Sabilulungan,” ujarnya.

Ketua Tim Pemenangan Daerah Pemilihan (Dapil) 2, Paslon NU Pasti Sabilulungan, Yanto Setianto mengatakan, saksi yang dipilih oleh Tim pemenangan paslon NU Pasti Sabilulungan memang rentang usianya 18 hingga 45 tahun. Tujuannya agar para saksi ini lebih cekatan dan menguasai atau mampu mengoperasikan ponsel android dan sejenisnya.

Hal tersebut dinilai sebagai keharusan, karena pelaksanaan Pilkada di saat pandemi ini sangat berbeda dengan pemilu-pemilu sebelumnya. Penggunaan android atau alat teknologi informasi (IT) mutlak harus dikuasai oleh para saksi yang bertugas di TPS.

“Makanya harus ada pelatihan khusus dan pelatihan juga tidak bisa dilakukan sekaligus disatu kecamatan, tapi diatur mengikuti protokol kesehatan. Otomatis ruangan juga tidak bisa penuh, jadi ruangan diisi setengah dari kapasitas yang ada,” kata Yanto di lokasi yang sama.

Seorang saksi, kata Yanto, dilatih untuk bisa memotret semua kejadian di TPS. Pada Pilkada saat ini, saksi tidak bisa membawa dokumen C1, sehingga sebagai bahan laporan harus berupa dokumen foto digital. Pelaporan dari TPS pun dilakukan melalui perangkat android alias tidak lagi manual.

“Jumlah saksi di Dapil 2 saja semuanya ada 951 orang. Dan saksi ini domisilinya harus di TPS tempat dia bertugas. Selain itu semua saksi ini 90 persen orang baru dan masih muda muda, sisanya 10 persen orang lama yang pernah jadi saksi. Tapi walaupun orang lama, mereka sekarang kan dihadapkan pada aturan atau cara baru, jadi yah mereka yang sama saja jadi orang baru,” ujarnya.

Ketua Tim Pemenangan Paslon NU Pasti Sabilulungan tingkat Kabupaten Bandung, Cecep Suhendar menambahkan, untuk saksi di TPS ini, pihaknya tengah melakukan pelatihan terhadap lebih daei 13 ribu orang, yang nantinya bertanggungjawab di 6874 TPS. Pembekalan ini dilaksanakan selama satu pekan kedepan dan dilaksanakan disetiap Dapil.

“Tujuannya agar mereka memahami bagaimana menjadi saksi yang benar sesuai dengan PKPU. Mereka juga dibekali aplikasi cara pelaporan hasil kesaksian di TPS,” katanya. (mrb/mrb)

Editor: Dian Nugraha

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *