Polda Jabar Ringkus Dua Perempuan Pelaku Penipuan, Modusnya Mulai dari Bukti Transfer Fiktif hingga Kabur Waktu COD

  • Whatsapp
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Erdi A Chaniago saat konferensi pers di Mapolda Jabar. (ist)
Perkiraan waktu baca: 2 menit

NOTIF.ID, BANDUNG – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Barat menangkap dua perempuan pelaku penipuan online.

Mereka adalah berinisial VI (33) dan VA (30). Pelaku yang merupakan kakak beradik itu telah melakukan aksi kejahatannya sejak 2012.

Read More

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Erdi A Chaniago menuturkan, aksi kedua tersangka dilakukan saat bertransaksi pembelian pakaian melalui aplikasi WhatsApp dan mengirimkan bukti transfer palsu kepada setiap korbannya.

“Kedua tersangka mengubah dan mengedit bukti transfer palsu yang dibuat sedemikian rupa agar menyerupai aslinya. Barang pesanan sudah dikirim, namun uang tidak diterima oleh penjual,” ucap Kombes Pol Erdi A Chaniago saat konferensi pers di Mapolda Jabar, Selasa 17 November 2020.

Dikatakan Erdi, salah satu perusahaan yang menjadi korban adalah PT Giordano Indonesia.

“Dalam aksinya, tersangka melakukan manipulasi bukti transfer dengan cara menggunakan aplikasi cropping pada ponsel. Selanjutnya, hasil cropping disatukan atau digabung dengan menggunakan aplikasi Adobe Photoshop,” ujarnya.

Pengungkapan kasus ini, lanjut Erdi dimulai pada bulan Mei ketika ada yang melapor terkait masalah penipuan dengan modus operandinya mengirimkan bukti transfer fiktif terkait pesanan.

Setelah pelaku mengirimkan bukti transfer palsu, kemudian barang dikirim ke pelaku. Setelah barang dikirim lalu perusahaan tersebut menghubungi lagi pelaku, tapi pelaku memblokir nomor perusahaan itu.

Erdi menuturkan, tersangka tak hanya menipu tapi juga melakukan aksi pencurian.

Menurutya, tersangka berinisial VA dan VI yang merupakan kakak beradik itu bekerja sebagai ibu rumah tangga di Kota Bandung.

“Modus pencurian dilakukan dengan memesan terlebih dahulu dengan penjual dan menentukan lokasi bertemu. Lalu, setelah bertemu dan mengambil barang, pelaku berdalih ingin mengambil uang terlebih dahulu, namun tak kunjung kembali dan melarikan diri,” ujarnya.

“Keuntungan kedua pelaku dari hasil kejahatan inu ditaksir mecapai Rp750 juta,” katanya.

Kedua pelaku melakukan aksi penipuan dan pencuriannya secara bergantian dan kedua pelaku kerap berganti nomor ponsel.

“Hasil barang curian ataupun penipuannya mereka nikmati sendiri. Mereka tidak menjualnya, melainkan dipakai sendiri dan diberikan ke tetangga,” kata dia.

Tercatat ada 92 orang yang menjadi korban kejahatan kedua pelaku.

“Perusahaan ternama yang menjadi korban bukan hanya berada di Kota Bandung, melainkan ada juga di Medan, Surabaya dan Semarang,” ujar Erdi seraya menyebut kedua pelaku disangkakan dengan Pasal 51 juncto Pasal 35 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang UU Informasi Teknologi Elektronik dengan ancaman pidana maksimal 12 tahun penjara. (kia/mrb/brs)

Editor: Dian Nugraha

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *