Iis Edhy Prabowo Minta Basarnas, BNPB, dan BMKG Bersiap Menghadapi Fenomena La Nina

  • Whatsapp
Iis Edhy Prabowo.(notif.id)
Perkiraan waktu baca: 2 menit

NOTIF.ID, KABUPATEN BANDUNG – Iis Edhy Prabowo meminta Basarnas, BNPB, dan BMKG untuk siaga penuh terkait dengan fenomena La Nina. Ia menyarankan agar menggunakan anggaran untuk kepentingan keselamatan jiwa manusia.

“Contohnya adalah bagaimana caranya masyarakat bisa tahu dan bisa bersiap-siap ketika bencana itu datang,” kata anggota Komisi V DPR RI itu seusai mengisi acara Sosialisasi Empat Pilar DPR/MPR RI di Soreang, Rabu 11 November 2020.

Read More

Iis mendorong agar ada sistem atau program, yang tidak hanya berisi tentang peringatan saja. Tapi bagaimana caranya agar masyarakat bisa siap dalam menghadapi bencana.

“Setidaknya masyarakat itu tidak sampai habis-habisan terkena bencana, karena diperingati lebih dahulu, minimal meminimalisir,” ujarnya.

Iis meyakini jika Basarnas dan BNPB pastinya telah membuat berbagai program peringatan pada masyarakat. Paling tidak, kata dia, untuk meminimalisir dampak bencana yang akan diperoleh masyarakat. Karena memang untuk meniadakan atau menghilangkan bencana sangat tidak mungkin.

Selanjutnya, terkait dengan penanganan pandemi Covid 19, Iis meyakini BNPB sudah membuat daftar tindakan yang akan dilakukan. Intinya, agar pandemi Covid 19 ini tidak menyebar secara luas. Diantaranya adalah membuat aturan kerumunan di tengah pandemi Covid 19.

“Juga peraturan kapan waktu yang baik atau kapan waktu yang memang seharusnya masyarakat itu berkerumun. Dengan waktu yang sebentar dan juga pastinya dengan protokol kesehatan yang memang harus tepat. Dan saya yakin juga setiap tempat yang mengadakan suatu acara, jika memang itu keluar dari aturan, mereka itu pasti akan dikenakan sanksi,” ujarnya.

Ditengah pandemi Covid 19 ini, Iis mengakui bahwa capaian target kinerja memang tidak sesuai target. Karena memang ada anggaran-anggaran yang harus dikesampingkan untuk penanganan Covid 19. Meskipun demikian, pihaknya berusaha agar proyek-proyek padat karya tetap berjalan.

“Proyek padat karya itu langsung dirasakan oleh masyarakat, karena masyarakat sendiri yang mengerjakan. Jadi sebetulnya proyek-proyek yang kami lakukan ini adalah sebetulnya proyek pandemi,” kata dia.

“Dimana proyek itu melibatkan masyarakat, yang mungkin daya belinya sudah menurun atau dia PHK, mereka balik ke kampungnya, tapi ada proyek kita, proyek dari PUPR dan sebagainya, mereka bisa bekerja di proyek kami tersebut. Dan itu sangat berpengaruh sekali,” sambungnya.

Selanjutnya terkait dengan Program Rutilahu, kata Iis, dari komisi V DPR RI menginginkan adanya penambahan nilai unit. “Kami menginginkan unitnya justru ditambah, karena namanya juga bantuan stimulan. Jadi, tidak perlu penuh bantuannya, tapi bisa menstimulasi masyarakat untuk bisa memiliki hunian yang layak,” katanya.

Terakhir, Iis berharap pada 2021 mendatang, pandemi Covid 19 ini bisa selesai. Sehingga, berbagai proyek pembangunan reguler dan proyek besar bisa diluncurkan.

“Agar proyek yang besar ini bisa memberikan manfaat kepada masyarakat yang lebih luas,” ujarnya.(put/ras)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *