Dua Anggota Geng Motor yang Mengeroyok Warga Buah Dua Sumedang dengan Sajam Dibekuk Polisi

  • Whatsapp
Kapolres Sumedang AKBP Eko Praseto tengah melakukan gelart perkara kasus tindak pidana di wilayah Sumedang, Selasa 3 November 2020.(kiki andriana)
Perkiraan waktu baca: 2 menit

NOTIF.ID, SUMEDANG – Aparat kepolisian Reserse Kriminal Polres Sumedang mengamankan dua orang berinisial AS, dan WAR, tersangka yang diduga terlibat dalam kasus pengeroyokan brutal geng motor di kawasan pemandian air panas, Desa Sekar Wangi, Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbiyanto menuturkan, dua orang tersebut ditangkap setelah melakukan penyerangan terhadap warga Kecamatan Buahdua yang terjadi pada Sabtu 30 Oktober 2020 sekira pukul 23.00 WIB.

Read More

“Kami sudah melakukan penahanan terhadap kedua pelaku,” kata Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbiyanto, saat konferensi pers, di Mapolres Sumedang, Selasa 3 November 2020.

Selain mengamankan dua anggota geng motor, kata Kapolres, polisi juga menyita sejumlah barang bukti dari tangan para pelaku.

“Satu batang balok kayu, dua sepeda motor, dan sejumlah barang bukti lainnya sudah kami sita,” ujar Eko.

Ia menjelaskan, kedua pelaku merupakan dari delapan anggota geng motor di Kecamatan Paseh untuk melakukan aksi balas dendam terhadap geng motor yang ada di Buahdua.

“Mereka berkonvoi dengan menggunakan sepeda motor dan membawa senjata tajam dan alat untuk melakukan penganiayaan,” ujarnya.

Setiba di lokasi kejadian, lanjut Eko, mereka bertemu dengan korban. Padahal, kata Kapolres, korban telah mengklarifikasi kepada mereka bahwa korban bukan anggota geng motor yang tengah dicari oleh mereka.

Selain itu, kata Eko, aksi kawanan anggota geng motor tersebut sempat terjadi penghadangan oleh warga setempat, namun mereka melakukan perlawanan teehadap warga yang mengahadang dengan menggunakan senjata tajam jenis samurai dan balok kayu

“Korban mengalami luka robek akibat senjata tajam dan benda tumpul,” bebernya.

Ditambahkan Eko, kondisi korban mengalami luka, namun saat ini korban sudah keluar dari Rumah Sakit.

“Dari kedelapan anggota geng motor tersebut, yang teebukti melakukan penganiayaan hanya dua orang, karena berdasarkan keterangan saksi-saksi, mereka berdua yang memegang samurai dan balok,” kata Eko seraya menyebut kedua tersangkan dijerat primer Pasal 170 ayat 1 KUHPidana subside Pasal 351 ayat 1 dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.(kia/ras)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *