Soal MoU Pembangunan Pangkalan Militer AS di Natuna, TB Hasanuddin : Itu Tidak Benar 

  • Whatsapp
Ketua DPD PDIP Jawa Barat, TB Hasanuddin. (Boby Roska/ Notif.id)
Ketua DPD PDIP Jawa Barat, TB Hasanuddin. (Boby Roska/ Notif.id)
Perkiraan waktu baca: 2 menit

NOTIF.ID, JAKARTA – Politisi Partai besutan Megawati Soekarnoputri (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) Tubagus Hasanuddin menegaskan, bahwa kabar penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengenai wacana pembangunan pangkalan militer AS di Kepulauan Natuna adalah tidak benar.

Anggota Komisi I DPR RI itu menilai,
Dampak yang ditimbulkan dari isu tanpa argumentasi yang dilontarkan oleh Menlu AS Mike Pompeo tersebut hanya akan menimbulkan keresahan diantara masyarakat Indonesia.

Read More

“Kabar tersebut tidak benar, tidak ada kesepakatan bersama antara Indonesia dengan AS soal Kepulauan Natuna,”ucap Tubagus Hasannudin via pesan singkat, Minggu 31 Oktober 2020.

TB Hasannudin menyebutkan, Indonesia tetap memegang teguh politik luar negeri bebas aktif. Sebab, kata politisi PDIP ini, dengan politik luar negeri bebas aktif ini, tidak mungkin ada pangkalan militer negara manapun di Indonesia.

“Indonesia siap bekerja sama dengan negara di manapun, termasuk di Kepulauan Natuna,” tuturnya.

Dikatakan TB Hasannudin, seluruh wilayah Indonesia dapat dimanfaatkan untuk bekerjasama dengan negara lain. Kendati demikian, ujar TB, dapat memberikan manfaat bagi negara dan bangsa.

“Asal dapat memberikan manfaat untuk negeri, dan bukan membangun pangkalan militer asing,” ujar TB Hasannudin.

Lebih lanjut Hasanuddin menambahkan, Menlu AS Mike Pompeo berbicara soal isu-isu negara lain termasuk di Indonesia itu tidak pantas.

Terlebih, ujar dia, di Indonesia , Pompeo sempat menyinggung isu komunis yang sedang menjadi pro dan kontra di dalam negeri .

“Mengapa Pomeo menyinggung isu komunis. Padahal di AS , komunis sudah tidak dijadikan isu politik lagi. Bekerja sama di bidang ekonomi akibat pandemi Covid-19 akan lebih bermanfaat untuk kehidupan kedua negara,” kata dia.

Ia mengatakan, Indonesia konsejuen dan konsisten dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif.

“Saya mengimbau agar masyarakat Indonesia tidak mudah terkecoh dengan memihak salah satu blok atau negara yang sedang berseteru,” pungkasnya.(kia/ras)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *