MUI Angkat Bicara Soal Imbauan Boikot Produk Asal Prancis

  • Whatsapp
Sekjen MUI, Anwar Abbas. (Foto: KompasTV)
Perkiraan waktu baca: 2 menit

NOTIF.ID, JAKARTA – Ajakan protes boikot produk-produk Prancis terus berlanjut di beberapa negara di timur tengah seperti di Kuwait, Yordania, Qatar, dan protes pun terlihat di Libya, Suriah dan Jalur Gaza. Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas, pun turut mengimbau umat Islam Indonesia melakukan boikot terhadap produk Prancis.

Dilansir dari CNNIndonesia, dalam keterangan resmi pada Jumat, 30 Oktober 2020. Menurut Anwar Abbas, hal ini sengaja dilakukan dengan tujuan memberikan tekanan kepada Presiden Prancis, Emmanuel Macron, untuk segera meminta maaf pada umat Islam di seluruh dunia.

Read More

“Mengimbau umat islam sedunia untuk memboikot semua produk yang berasal dari negara Prancis,” katanya.

Dirinya turut mendesak pemerintah RI untuk memberikan peringatan keras kepada pemerintah Prancis, dan menarik waktu Duta Besar RI di Paris hingga Macron mencabut ucapannya dan meminta maaf umat Islam.

Ia pun berkeyakinan, bahwa umat islam di Indonesia siap melakukan boikot terhadap produk Prancis, terutama jika Macron tidak bersikap toleran dan tidak menghormati umat islam.

Namun demikian, ia menyebutkan bahwa umat islam tetap menjunjung tinggi dalam toleransi beragama dan ingin hidup berdampingan serta harmonis.

“Umat Islam Indonesia tidak ingin mencari musuh, umat islam hanya ingin hidup berdampingan dan harmonis, namun jikalau yang bersangkutan sebagai Kepala Negara Prancis tidak menginginkan dan tidak mau mengembangkan sikap bertoleransi dan saling hormat menghormati, maka umat islam terutama di Indonesia juga punya harga diri dan martabat siap untuk membalas sikap dan tindakannya dengan memboikot semua produk yang datang dari Prancis,” ucapnya.

Anwar juga meminta kepada Presiden Emmanuel Macron untuk menghentikan segala tindakan pelecehan terhadap Rasulullah SAW, terutama pembuatan karikatur dan ujaran kebencian.

Ia pun dengan tegas memberikan dukungannya terhadap sikap yang akan diambil oleh Organisasi Konferensi Islam (OKI) dan anggotanya terkait pemboikotan produk dari Prancis.

“Mendukung sikap Organisasi Konferensi Islam (OKI) dan anggotanya seperti Turki, Qatar, Kuwait, Pakistan, Bangladesh yan telah memboikot semua produk negara Prancis,” tegasnya.

Tak hanya itu, MUI turut mendesak mahkamah Uni Eropa untuk segera menghukum Macron atas tindakannya yang dianggap telah melecehkan Nabi Muhammad SAW.

“Mendesak kepada mahkamah Uni Eropa untuk segera mengambil tindakan dan hukuman kepada Prancis atas tindakan dan sikap Presiden Emmanuel Macron yang telah menghina dan melecehkan Nabi Besar Muhammad SAW,” ujarnya.

Sebagai tambahan informasi, secara online seruan protes sempat digaungkan oleh beberapa negara timur tengah lainnya, seperti Kuwait, Qatar, Palestina, Mesir, Aljazair, Yordania, Arab Saudi, dan Turki.

Cuitan tagar #BoycottFrenchProducts dan bahasa Arab #ExceptGodsMessenger yang menyerukan boikot jaringan supermarket Prancis, Carrefour di Twitter sempat menduduki trending topic pada Jumat, 23 Oktober 2020 lalu. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *