Dua Cara Pengendalian Ini Dipilih Teh Nia untuk Selesaikan Masalah Banjir di Kabupaten Bandung

  • Whatsapp
Kurnia Agustina.(ist)
Perkiraan waktu baca: 2 menit

NOTIF.ID, KABUPATEN BANDUNG – Calon Bupati Bandung nomor urut 1, Kurnia Agustina memahami jika masalah banjir di beberapa titik di Bandung Selatan sangatlah kompleks. Gara-gara banjir, permasalahan bisa melebar ke ranah sosial budaya, soal lingkungan, ekonomi dan politik pemerintahan.

Menurut Teh Nia, sapaan akrabnya, penyelesaian soal banjir Bandung Selatan pun harus masif dan terintegrasi. “Banjir menjadi masalah bersama, bukan hanya persoalan pemerintah, tetapi juga menjadi persoalan masyarakat,” katanya Kamis 29 Oktober 2020.

Read More

Dikatakan Teh Nia, ;angkah pengendaliannya harus secara horizontal dan vertikal. Horizontal artinya pengendalian itu secara bersama antar pemangku kebijakan dan kesadaran masyarakat dalam sikap kolektif yang berorentasi pada pencegahan banjir, tidak membuang sampah ke kali misalnya. “Ini, sudah berjalan. Namun belum optimal,” katanya.

Adapun pengendalian vertikal, disebutkan Nia, yakni sifatnya koordinatif antar pemerintah daerah dan provinsi serta pemerintah pusat yang harus terus dilakukan.

Harus dipahami juga lanjut Nia, pengendalian banjir akibat luapan Citarum bukan semata dalam kewenangan Pemerintah Kabupaten Bandung, tetapi melibatkan pemerintah provinsi dan pusat. Nia mengakui, selama ini Pemkab Bandung sudah berbuat banyak untuk mengendalikan dan menyelesaikan persoalan banjir ini.

Bahkan pemerintah pusat dan provinsipun menggulirkan berbagai programnya. Yang kini tengah berjalan, kata dia, ada Program Citarum Harum. Ada juga normalisasi saluran anak sungai Citarum dan Citarum oleh BBWS.

Dalam penanganan banjir di Bandung Selatan ini masing masing pemerintah dalam stratanya melaksanakan kewenangan itu. Pemkab Bandung misalnya, sepengetahuannya sudah menyiapkan lahan untuk pembuatan danau retensi. “Sudah ada danau retensi di sekitar Baleendah itu, tapi masih kurang dapat menampung luapan air Sungai Citarum,” kata Nia.

Untuk lebih mengefektifkan upaya penanggulangan luapan air dari Sungai Citarum ini, ujar Teh Nia, akan mengintensifkan pembangunan Danau Andir di daerah Desa Andir. Rencana pembangunan danau ritensi Andir ini sudah ada, dan luasnya akan mencapai 25 hektar.

“Jika kami terpilih nanti pembangunan danau ini akan direalisasikan. Berdasarkan kajian, danau seluas itu akan dapat menampung luapan air dari Sungai Citarum dan mengurangi banjir di sekitar Baleendah dan Dayeuhkolot,” pungkasnya.(*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *