Hari Kedua Liburan Panjang, Okupansi Hotel dan Objek Wisata di Sumedang Naik 

  • Whatsapp
Mata Air Sirah Cipelang. Image via: fimela.com
Mata Air Sirah Cipelang. Image via: fimela.com
Perkiraan waktu baca: 2 menit

NOTIF ID, SUMEDANG – Hari kedua masa liburan panjang akhir pekan, tingkat okupansi hotel di Kabupaten Sumedang mulai mengalami peningkatan menyusul banyaknya warga yang menikmati liburan.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Sumedang, Nana Mulyana menuturkan, ada peningkatan pengunjung di hari kedua liburan.

Read More

“Pada hari pertama liburan, okupansi hotel belum bergerak, tetapi pada hari kedua ini mulai mengalami peningkatan di semua hotel yang ada di Sumedang,” kata Nana Mulyana dihubungi melalui sambungan selular, Kamis 29 Oktober 2020.

Dikatakan Nana, pada masa libur panjang ini, pihaknya telah menargetkan okupansi hotel sebanyak 60 persen untuk semua hotel, meskipun libur panjang ini tidak terlalu disambut baik oleh masyarakat karena masih ada yang harus tetap bekerja.

“Awalnya okupansi hotel 20 persen, namjn sekarang sudah naik 10 persen.
Memang untuk pegawai negeri libur, cuma kalau pegawai swasta banyak kantor-kantor yang buka. Jadi, itu mempengaruhi tingkat okupansi karena tidak semuanya bisa menikmati libur panjang,” ucapnya.

Selain itu, Nanabmemprediksi tingkat okupansi hotel di Kabupaten Sumedang ini bakal terus merangkak naik hingga mencapai target 60 persen. Sebab, lanjut dia, masa libur panjang akhir pekan ini waktunya masih cukup lama.

“Saya optimis, kalau melihat masa liburnya masih lama, targetnya bisa terkejar 60 persen,” kata dia.

Selain tingkat okupansi hotel yang naik, tambah Nana, tingkat kunjungan destinasi di seluruh obyek wisata yang ada di Kabupaten Sumedang juga sudah mulai merangkak naik sekitar 10 persen.

Sebelumnya, ujar dia, tingkat kunjungan obyek wisata sebelum libur panjang hanya mencapai 50 persen, sedangkan pada hari kedua libur panjang ini sudah mengalami kenaikan menjadi 60 persen.

“Kenaikan pengunjung didominasi oleh wisatawan lokal, kalau wisatawan dari luar kota belum pada masuk,” tambahnya.

Ditambahkan Nana, dengan adanya peningkatan okupansi hotel dan tingkat kunjungan obyek wisata ini, pihaknya meminta agar pengelola tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat selama masa libur panjang.

“Kami juga khawatir menjadi klaster baru, karena tidak menutup kemungkinan pengunjung yang datang dimasa liburan ini dikhawatirkan membawa Covid-19,” katanya.(kia/ras)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *