Pemuda Tani Melawan Pandemi Covid-19

  • Whatsapp
Penulis : Nola Putri Rahayu, S.Pd
Perkiraan waktu baca: 2 menit

(Memperingati Momentum Hari Sumpah Pemuda ke-92)

Oleh: Nola Putri Rahayu, S.Pd.

Read More

Penulis adalah seorang ibu rumah tangga yang aktif menulis di berbagai media massa

Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pada peringatan Hari Tani Nasional 24 September 2020 yang mengangkat tema Pertanian Andalan Nasional di tengah pandemi Covid-19, bahwa sektor pertanian menopang perekonomian nasional, dan produktivitas pertanian tumbuh pesat. Serta, sektor pertanian, harus lebih baik dan menjadi sektor andalan nasional. Disamping itu pula menekankan bahwa Indonesia memerlukan regenerasi petani dan transfer teknologi.

Berdasarkan pernyataan Menteri Pertanian di atas bahwa meskipun dalam kondisi Pandemi Covid-19 yang berdampak pada keterpurukan perekonomian nasional, sektor pertanian mampu membuktikan keandalannya sebagai tulang punggung perekonomian nasional, dan mampu memenuhi kemandirian pangan nasional.

Hasil Susenas Tahun 2019 dari Badan Pusat Statistik (BPS), saat ini diperkiraan jumlah pemuda sebesar 64,19 juta jiwa atau seperempat dari total penduduk Indonesia. Tentunya hal ini merupakan modal SDM dalam rangka memenuhi kebutuhan regenerasi petani.

Regenerasi pemuda tani menurut Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian bahwa petani muda yang berusia 20-39 tahun berjumlah 2,7 juta orang atau 8 persen dari total petani 33,4 juta orang. Berdasarkan data BPS tahun 2019, jumlah petani muda mengalami penurunan 415.789 orang dari tahun 2017 ke 2018.

Memperhatikan kondisi tersebut, diperlukan upaya percepatan regenerasi petani muda, mencetak lebih banyak petani muda, menarik minat pemuda agar terlibat pada sektor pertanian, memberikan edukasi kepada pemuda bahwasanya sektor pertanian menjanjikan masa depan yang lebih baik, memberikan edukasi kepada pemuda bahwa menjadi petani adalah profesi yang tinggi, dan mendorong pemuda menjadi petani.

Kebutuhan pangan di masa depan diperkirakan akan semakin besar seiring laju pertumbuhan penduduk, baik untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri maupun luar negeri atau ekspor.

Program kader pemuda tani berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2009 tentang kepemudaan bahwa dalam pembaruan dan pembangunan bangsa, pemuda mempunyai fungsi dan peran yang sangat strategis sehingga perlu dikembangkan potensi dan perannya melalui penyadaran, pemberdayaan, dan pengembangan sebagai bagian dari pembangunan nasional.

Maka dari itu, diperlukan sebuah program peningkatan kapasitas kader pemuda tani untuk membangun sektor pertanian Indonesia yang merupakan kemitraan antara Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Kementerian Pertanian (Kementan), dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

Program ini memfasilitasi kader pemuda tani pada berbagai jenis pertanian baik itu pertanian hortikultura, kehutanan, perikanan, perkebunan, peternakan, maupun tanaman pangan.

Memberikan pelatihan bagaimana mengoperasionalkan alat-alat pertanian modern misalkan pemanfaatan drone atau pesawat tanpa awak untuk penebar benih padi dan penyemprotan serta penggunaan alat-alat pertanian modern lainnya.

Agar pemuda tani bekerja produktif, efisien, kreatif inovatif dengan memanfaatkan teknologi pertanian. Melalui kemitraan stakeholder pertanian ini dapat dipastikan bangsa Indonesia akan segera bangkit dari keterpurukan di tengah pandemi Covid-19.

**) Isi dan gagasan tulisan ini adalah tanggung jawab penulis dan bukan bagian dari tanggungjawab redaksi notif.id. Redaksi hanya memiliki kewenangan menyunting tulisan tanpa mengubah substansi isi dan gagasan penulis.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *