Terjun Bebas Dihantam Pandemi Covid-19 Selama 8 Bulan, Ekspor Ubi Cilembu Mulai Berangsur Pulih 

  • Whatsapp
Yusup, eksportir Ubi Cilembu asal Dusun Cilembu, RT 01/08, Desa Cilembu, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang.(kiki andriana)
Perkiraan waktu baca: < 1 menit

NOTIF.ID, SUMEDANG – Setelah terjun bebas selama delapan bulan akibat dihantam gelombang pandemi Covid-19, penjualan ekspor Ubi Cilembu mulai berangsur pulih.

“Alhamdulillah, saat ini perlahan-lahan penjualan ekspor dan lokal Ubi Cilembu mulai kembali pulih dan hampir kembali normal,” kata Yusup, eksportir Ubi Cilembu asal Dusun Cilembu, RT 01/08, Desa Cilembu, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, di kediamannya, Rabu 28 Oktober 2020.

Read More

Ia mengatakan bahwa pada saat pandemi Covid-19, penjualan ekspor dan lokal Ubi Cilembu merosot drastis akibat dampak pandemi Covid-19. Namun kini, lanjut dia, penjualan ekspor dan lokal Ubi Cilembu mulai berangsur pulih.

“Sejak bulan Desember 2019 hingga Juli 2020 penjualan ekspor dan pasar lokal Ubi Cilembu terganggu Covid-19. Hampir 8 bulan saya sudah tidak pengiriman ke Kota-kota di Indonesia, dan ekspor ke Hongkong, Malaysia, dan ke sejumlah negara di Eropa pun dihentikan,” kata Yusup.

Yusup menyebutkan, selama delapan bulan itu dirinya mengaku penjualan Ubi Cilembu anjlok hingga 90 persen dan mengalami kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

“Selama delapan bulan tersebut, saya merugi sekitar Rp360 juta akibat ubinya tidak terjual,” tutur dia.

Dikatakan Yusup, sejak bulan Agustus 2020 lalu, penjualan Ubi Cilembu, baik pasar ekspor maupun pasar lokal mulai berangsur pulih.

“Sudah hampir tiga bulan ini saya sudah melakukan penjualan lagi ke sejumlah Kota-kota besar di Indonesia, bahkan sudah ekspor lagi ke Hongkong, Malaysia, dan ke Eropa,” kata Yusup seraya berharap pandemi Covid-19 cepat berkahir.(kia/ell)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *