Siaga 1 Covid-19 di Libur Panjang Akhir Pekan, Satgas Penanganan Covid-19 Jawa Barat akan Periksa Wisatawan Secara Acak

  • Whatsapp
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.(ist)
Perkiraan waktu baca: 2 menit

NOTIF.ID, BANDUNG – Rapid test dan swab test secara acak akan dilakukan kepada para pemudik atau wisatawan yang akan melancong ke wilayah Jawa Barat termasuk di Kota Bandung pada libur panjang akhir pekan ini.

Dua langkah test secara acak tersebut akan dilakukan oleh Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Barat dan akan dipusatkan di Tol Cikopo dan sejumlah kawasan wisata yang ada di Jawa Barat.

Read More

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menuturkan, pelancong atau wisatawan yang menggunakan kendaraan bermotor baik roda dua maupunpun roda empat agar tidak kaget jika sewaktu-waktu diberhentikan oleh satgas maupun kepolisian. Prosesnya, kata dia, dilakukan secara acak.

“Dan ada yang berbeda adalah mohon maaf, para pemudik, wisatawan akan di tes swab dan rapid test secara acak, jangan kaget jika naik mobil atau motor di perjalanan pariwisata akan diberhentikan dengan baik dan sopan oleh tim satgas dan kepolisian. Akan di randm sampling swab PCR dan rapid test, kita berdoa semoga tidak ada yang tersampling positif, bila ada ini yang harus kita sempurnakan,” ujar pria yang akrab disapa Kang Emil itu di Gedung Sate, Senin 26 Oktober 2020.

Kang Emil menuturkan, siaga 1 akan dimulai pada esok hari. Nantinya, seluruh petugas kepolisian di Jawa Barat ke lapangan mengamankan titik-titik pergerakan. Sementara untuk jalan tol, akan difokuskan di Tol Cikopo.

“Nanti ada penebalan petugas juga di daerah wisata di Lembang, Puncak dan lain-lain,” katanya.

Kang Emil juga meminta agar pengelola objek wisata kooperatif agar berkomitmen melakukan pembatasan pengunjung dan menyiapkan segala fasilita protokol kesehatan. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjarinya penularan Covid-19 selama ada pergerakan wisatawan di libur akhir pekan.

Untuk tempat hiburan malam, kata Kang Emil, satgas akan mendatangi dan melakukan pengetesan dan pemantauan apakah tempat hiburan malam tersebut menyiapkan fasilitas protokol kesehatan atau tidak.

“Saya imbau kepada kafe dan restoran bar yang menyelenggarakan hiburan malam, memastikan dari sekarang pengaturan jarak, meja makan dan sirklasi udara jangan sampai ditemukan dalam skala besar sehingga terjadi penutupan,” katanya.(fan/fik)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *