BPPTKG Prediksi Erupsi Gunung Merapi Berikutnya Mirip Terjadi di Tahun 2006

  • Whatsapp
Gunung Merapi saat erupsi. (foto: twitter/@BPPTKG)
Perkiraan waktu baca: 2 menit

NOTIF.ID, JAKARTA – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi semakin intensif. Dalam konferensi virtual, pada Senin, 26 Oktober 2020, dalam memperingati 10 tahun erupsi besar Gunung Merapi 26 Oktober 2010.

Dilansir dari CNNIndonesia, Kepala BPPTKG (Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi), Hanik Humaida, memprediksi erupsi gunung Merapi yang akan datang mirip dengan erupsi yang terjadi pada tahun 2006

Read More

Ia menyebutkan, erupsi Gunung Merapi akan terjadi dalam waktu dekat. Namun, Hanik menilai erupsi Gunung Merapi yang akan datang tidak akan sekuat seperti yang terjadi pada tahun 2010.

Erupsi gunung Merapi pada tahun 2010 merupakan erupsi yang besar karena mempunyai indeks tertinggi untuk gunung berapi, yakni 4. Erupsi dengan indek 4 sebelumnya pernah terjadi pada tahun 1872.

Tak hanya itu, Hanik pun menerangkan, erpusi tahun ini merupakan erupsi yang terpanjang karena dimulai sejak bulan Mei 2018. Erupsi saat ini didominasi oleh gas yang sifatnya eksplosif, tapi indeksnya hanya 1 atau yang terendah dari maksimal 4.

“Sampai saat ini aktivitas masih berlanjut. Data-data seismisitas, deformasi, dan gas masih di atas normal,” ungkapnya.

Berdasarkan data, ia menyebutkan bahwa rata-rata gempa vulkanik dangkal terjadi sebanyak 6 kali per hari dan gempa multiface sebanyak 83 kali per hari.

Deformasi lewat Electronic Distance Measurement (EDM) akibat aktivitas vulkanik di Gunung Merapi, kata Hanik mencapai 2 sentimeter per hari. Pemendekan jarak EDM juga terukur dari pos dan titik ukur di sekeliling Merapi.

Hanik kembali mengingatkan, bahwa status Gunung Merapi hingga kini masih dalam status Waspada. Ia pun berharap semua pihak harus siap menghadapi krisis yang ditimbulkan akibat Gunung Merapi di kemudian hari.

“Kita dapat mengambil pembelajaran yang luar biasa dari mitigasi gunung berapi pada tahun 2010 untuk menghadapi krisis di masa pandemi ini,” kata Hanik. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *