Diguyur Hujan Deras, Akses Jalan Penghubung Rancakalong – Pamulihan Sempat Tertutup Material Longsor

  • Whatsapp
Ruas jalan akses penghubung Kecamatan Rancakalong - Pamulihan di Dusun Cikeuyeup, Desa Ciptasari, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, tertutup material longsor, Sabtu 24 Oktober 2020, malam. ( Ist )
Perkiraan waktu baca: < 1 menit

NOTIF.ID, SUMEDANG – Ruas jalan akses penghubung Kecamatan Rancakalong – Pamulihan di Dusun Cikeuyeup, Desa Ciptasari, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, tertutup material longsor dari tebing setinggi sekitar 4 meter, Sabtu 24 Oktober 2020, malam.

Berdasarkan informasi yang diterima dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang peristiwa tersebut tidak menimbulkan jiwa.

Read More

“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini,” ucap Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD) Kabupaten Sumedang, Yedi kepada Notif dihubungi melalui sambungan selular.

Yedi mengatakan, peristiwa ini terjadi saat kawasan tersebut diguyur hujan deras sejak pukul 17.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB.

“Ketinggian material longsor mencapai 4 meter,” tutur Yedi.

Akibat insiden ini, Yedi menyebutkan, ruas jalan penghubung antara Rancakalong dan Pamulihan tertutup material tanah dan batu sepanjang 50 meter.

“Petugas BPBD, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Damkar Unit Tanjungsari, dan masyarakat setempat langsung melakukan pembersihan jalan tersebut agar bisa dilewati kendaraan. Saat ini, kondisi jalan sudah dapat dilewati kendaraan,” kata dia.

Yedi juga menambahkan jika berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), bahwa musim hujan pada tahun ini diperkirakan akan terjadi fenomena La Nina, dimana akan meningkatnya curah hujan sekitar 40 persen di atas normal.

Kendati demikian, lanjut dia, pihaknya mengimbau warga Sumedang yang tinggal di perbukitan dan di dekat aliran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian.

“Kami mengimbau kepada masyarakat khususnya yang tinggal di dekat aliran sungai dan perbukitan untuk waspada bila terjadi hujan deras dan lama, juga kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan,” tambah Yedi. (kia/fik)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *