Kanyaah Teh Nia-Kang Usman di Bidang Pendidikan, dari Kerjasama Sister City Hingga Pemberian Beasiswa dan Insentif Bagi Guru Kurikulum dan Honorer

  • Whatsapp
Psangan calon bupati Bandung nomor urut 1 Kurnia Agustina-Usman Sayogi.(ist)
Perkiraan waktu baca: 3 menit

NOTIF.ID, KABUPATEN BANDUNG – Kurnia Agustina-Usman Sayogi (NU Pasti Sabilulungan) pasangan calon bupati Bandung nomor urut 1 berkomitmen akan menjadikan Kabupaten Bandung ‘Unggul Mendunia’ dengan beberapa program unggulan ‘Kanyaah Teh Nia dan Kang Usman‘ di bidang pendidikan.

Juru Bicara Pasangan NU Pasti Sabilulungan, Dadang Rusdiana menuturkan, untuk menuju keunggulan di bidang pendidikan berkelas dunia tentu harus diawali dengan peningkatan kompetensi guru. Oleh karena itu, pasangan NU Pasti Sabilulungan akan memberikan insentif dan beasiswa khusus secara telaten kepada guru-guru yang produktif menulis karya ilmiah dan membuat buku.

Read More

“Kabupaten Bandung memiliki banyak guru-guru potensial. Jika guru-guru tersebut kompetensinya ditingkatkan, maka tidak menutup kemungkinan pendidikan di Kabupaten Bandung kualitasnya mendunia. Maka dari itu NU Pasti Sabilulungan berkomitmen untuk meningkatkan kompetensi guru kurikulum di Kabupaten Bandung,” ujar Kang Darus, sapaan akrabnya, Sabtu 24 Oktober 2020.

Dengan memiliki guru berkompetensi unggul, tambah dia, pendidikan di sekolah akan semakin berkembang. Selain itu, Teh Nia dan Kang Usman juga akan memperjuangkan agar tiap sekolah di Kabupaten Bandung memiliki sarana dan prasarana yang memadai.

Konsep Green School juga akan menjadi prioritas. Sebab dengan konsep Green School yang memiliki lingkungan nyaman, asri, dan ada tempat bermain, sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Bandung akan bertransformasi menjadi sekolah-sekolah yang unggul.

Tak hanya itu, untuk mewujudkan agar pendidikan di Kabupaten Bandung mendunia, Teh Nia dan Kang Usman juga akan mengembangkan kerjasama ‘sister city’ dengan kota-kota di dunia yang dikenal unggul dalam bidang pendidikan.

Juru Bicara Pasangan NU Pasti Sabilulungan, Dadang Rusdiana.(wisnu saputra)

“Untuk membuat pendidikan unggul mendunia harus ada kerjasama yang konkret dengan sekolah-sekolah unggulan yang ada di dunia. Nah kerjasama ini betul-betul akan dilakukan oleh Teh Nia dan Kang Usman,” ucap dia.

Diera 5.0 ke depan, pendidikan akan lebih cenderung memanfaatkan teknologi digital. Agar tidak tertinggal, kata dia, maka pendidikan di Kabupaten Bandung harus mengikuti perkembangan zaman. Sistem pembelajaran berbasis digital dan akses informasi yang bersifat global akan mengubah pola pendidikan lebih modern.

Maka dari itu, kata Kang Darus, harus ada terobosan yang nyata agar pendidikan di Kabupaten Bandung lebih terarah dan terkonsep. Namun begitu, muatan lokal berbasis seni budaya dan karakter tetap akan dikembangkan. Sebab hal itu adalah marwah pendidikan di Indonesia sebagai soko guru pembangunan bangsa.

“Teh Nia dan Kang Usman akan menjalankan konsep ini agar pendidikan di Kabupaten Bandung lebih terarah disituasi percepatan era digitalisasi. Nantinya di setiap sekolah secara bertahap, juga akan dijalankan program satu bangku satu tablet atau komputer,” kata dia.

Pendidikan yang memiliki peran sentral dalam membangun masyarakat untuk mencapai kemajuan di Indonesia tentu tidak terlepas dengan masih banyaknya guru dan tenaga pendidik yang masih berstatus sebagai honorer. Peran guru dan tenaga pendidik honorer tak kalah penting dalam mengangkat derajat dan martabat generasi penerus bangsa agar tidak tertinggal oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Oleh sebab itu, kata dia, guru dan tenaga pendidik honorer di Kabupaten Badung akan betul-betul diperhatikan. Pasangan NU Pasti Sabilulungan akan menyediakan Tower Flat (tempat tinggal) bagi guru dan tenaga pendidik honorer di daerah-daerah yang belum memiliki rumah sekaligus memberikan sejumlah tunjangan kesejahteraan lainnya.

“Teh Nia dan Kang Usman paham sekali dengan keberadaan dan kualitas kesejahteraan guru dan tenaga pendidik honorer ini. Pengabdian mereka bukan hanya kewajiban secara administratif saja, tapi memiliki kewajiban yang memang didorong dengan hati nurani. Maka sudah barang tentu mereka mendapat fasilitas dan kesejahteraan yang layak meski oleh negara belum mendapat kesempatan menjadi pegawai negeri. Dan ini akan dilakukan oleh Teh Nia dan Kang Usman,” ucap dia.(put/ell)

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *