Gambar Kucing Raksasa Sepanjang 37 Meter Ditemukan di Gurun Nazca

  • Whatsapp
Para Arkeolog telah menemukan gambar kucing raksasa di Gurun Nazca, Peru. (Foto: EPA/BBC)
Perkiraan waktu baca: 2 menit

NOTIF.ID, SAINS – Baru-baru ini, para arkeolog telah menemukan sebuah gambar berpolakan kucing raksasa di area gurun Nazca, peru. Diketahui, gambar kucing raksasa itu memiliki panjang sekitar 37 meter (120 kaki).

Gurun Nazca Peru merupakan tempat dimana ditemukannya berbagi macam geoglyph (gambar raksasa yang terukir pada lanskap tanah) yang dibuat sekira 2.000 tahun lalu. Nazca Lines sendiri telah ditetapkan sebagai situs Warisan Dunia Unesco.

Read More

Awalnya, gambar kucing raksasa itu sebelumnya tak terlalu diperhatikan, hingga suatu waktu para arkeolog menemukannya disaat mereka membuat jalur baru yang mengarah ke platform observasi.

Pola kucing raksasa yang baru saja ditemukan, sebagaimana tokoh hewan Nazca lainnya, dibuat pada cekungan di dasar gurun dengan tekstur tanah berwarna di lanskap alam terbuka. Yang dimana area platform observasi itu sendiri akan memberikan titik pandang menguntungkan bagi para pengunjung untuk melihat banyaknya geoglyph di Gurun Nazca.

“Sosok itu hampir tidak terlihat dan bisa menghilang karena terletak di lereng yang cukup curam yang rentan efek erosi alami,” ucap Kementerian Kebudayaan Peru, seperti dikutip dari BBC, Senin, 19 Oktober 2020.

Fakta menarik lainnya, kepala arkeolog Peru untuk Nazca Lines, Johny Isla, mengatakan kepada kantor berita Efe, bahwa gambar kucing besar itu mendahului budaya Nazca yang diketahui menciptakan sebagian besar figur sejak tahun 200 hingga 700 Masehi.

Ia menyebutkan, sebenarnya gambar kucing raksasa tersebut berasal dari zaman akhir Paracas yaitu sekira 500 Sebelum Masehi hingga 200 Masehi.

“Kami tahu itu dari membandingkan ikonografi,” katanya.

“Tekstil Paracas, misalnya, menampilkan burung, kucing, dan orang yang dengan mudah dapat dibandingkan dengan geoglyph ini,” tuturnya.

Kini, gambar kucing raksasa itu telah dibersihkan dan tengah dipugar selama seminggu terakhir oleh para pakar untuk penelitian lebih lajut. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *