Pihak Konservatif Tuntut Klarifikasi Dukungan Paus Fransiskus Terhadap Kaum LGBT

  • Whatsapp
Pemimpin Vatikan, Paus Fransiskus. (Foto: Yara Nardi/Reuters)
Perkiraan waktu baca: 2 menit

NOTIF.ID, ROMA – Dalam sebuah sesi wawancara untuk film dokumenter panjang “Francesco”, yang tayang perdana di Festival Film Roma pada Rabu, 21 Oktober 2020. Paus Fransiskus secara terbuka mendukung serikat sipil LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender) untuk mendapatkan hak Civil Union untuk pertama kalinya di hadapan media.

Film “Fransesco” yang bergenre dokumenter, merupakan besutan Sutradara, Evgeny Afineevsky yang memiliki akses luar biasa ke para kardinal, arsip televisi Vatikan, dan terhadap Paus sendiri.

Read More

Salah satu karakter utama dalam film dokumenter tersebut ialah Juan Carlos Cruz. Seorang warga Chili yang selamat dari pelecehan seksual klerus yang pada awalnya sempat didiskreditkan oleh Paus Fransiskus sendiri selama kunjungannya tahun 2018 ke Chili.

Cruz, merupakan seorang gay, yang mengatakan bahwa selama pertemuan pertamanya dengan Paus pada Mei 2018, Paus Fransiskus meyakinkannya dirinya bahwa Tuhan menjadikannya seorang gay.

Cruz menceritakan kisahnya sendiri dalam cuplikan-cuplikan di sepanjang film. Ia mencatat evolusi Francis dalam memahami pelecehan seksual, serta mendokumentasikan pandangan Paus terhadap kaum gay.

Dilansir dari CNA, film dokumenter tersebut menyoroti kebijakan seorang Paus Fransiskus dalam menyelesaikan permasalahan di sektor lingkungan, kemiskinan, migrasi, ketidaksetaraan ras dan pendapatan, serta orang-orang yang paling terpengaruh oleh diskriminasi, salah satunya yakni kaum LGBT.

“Kaum homoseksual memiliki hak untuk berada dalam sebuah keluarga. Mereka adalah anak-anak Tuhan,” sebut Paus Fransiskus dalam salah satu wawancara untuk film tersebut.

“Apa yang kita harus miliki adalah undang-undang serikat sipil; dengan cara itu mereka dilindungi undang-undang.” ucapnya.

Dari penjelasan Paus Fransiskus diatas, mengisyaratkan pendapatnya bahwa Gereja Katolik mengajarkan bahwa kecenderungan homoseksual tidak berdosa, tetapi perbuatan homoseksual adalah dosa. Ini mengajarkan bahwa homoseksual harus diperlakukan dengan bermartabat tetapi bertentangan dengan pernikahan gay.

Sebelumnya, saat ia masih menduduki jabatan sebagai uskup agung Buenos Aires, Paus Fransiskus juga sempat diberitakan mendukung persatuan sipil untuk pasangan gay sebagai alternatif dari pernikahan sesama jenis. Namun, dia tidak pernah secara terbuka mendukung serikat sipil sebagai paus.

Imam Yesuit, Pendeta James Martin, turut mendukung pernyataan Paus itu sebagai “langkah maju yang besar dalam dukungan gereja untuk orang-orang LGBT”.

Menurutnya, dalam sebuah pernyataan, ia menyebutkan bahwa Paus telah mengemukakan pendapat yang positif dimana Gereja menentang undang-undang pernikahan sesama jenis tersebut.

“Paus berbicara secara positif tentang serikat sipil juga mengirimkan pesan yang kuat ke tempat-tempat di mana gereja telah menentang undang-undang tersebut,” ucap Martin.

Direktur komunikasi Vatikan Paolo Ruffini, yang merupakan salah satu kolaborator terdekat Afineevsky yang berbasis di Vatikan dalam film tersebut mengatakan, bahwa “Film itu menceritakan kisah paus dengan membalikkan kamera,”.

Dimana ia menyebutkan, bahwa film “Francesco” lebih dari sekadar film biografi tentang sosok seorang Paus.

Dibalik pernyatannya yang kontroversial, Kaum konservatif pun menuntut klarifikasi dari Paus Fransiskus. Diantaranya Direktur kebijakan publik dari Keuskupan Agung New York, Ed Mechmann dan Uskup Thomas Tobin, dari Providence, Rhode Island.

Dalam sebuah pernyataannya, Uskup Thomas Tobin, dari Providence, Rhode Island, sangat menentang perkawinan sesama jenis.

“Pernyataan Paus jelas bertentangan dengan apa yang telah lama menjadi ajaran Gereja tentang persatuan sesama jenis. Gereja tidak dapat mendukung penerimaan hubungan secara obyektif tidak bermoral,” ungkapnya.(*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *