134 Titik Wilayah di Sumedang Rawan Bencana, BPBD Operasikan Posko Kesiapsiagaan Selama 24 Jam

  • Whatsapp
Ilustrasi tanah longsor menimpa sebuah rumah.(foto: merdeka.com)
Perkiraan waktu baca: 2 menit

NOTIF.ID, SUMEDANG – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang, Ayi Rusaman menyebutkan seluruh wilayah di Kabupaten Sumedang rawan bencana.

Untuk mengantisipasi hal itu, BPBD Sumedang telah melakukan berbagai upaya antisipasi dan pencegahan bencana alam dan menyiapkan posko kesiapsiagaan bencana selama 24 jam di Pusdalops BPBD Sumedang.

Read More

“Hampir semua kecamatan di Kabupaten Sumedang berpotensi terjadi bencana longsor dan banjir,” kata Ayi Rusaman melalui sambungan selular, Selasa 20 Oktober 2020.

Ayi mengatakan, Kabupaten Sumedamg masuk dalam kategori daerah rawan bencana. Selain ancaman bencana banjir, ujar dia, tanah longsor, pergerakan tanah, dan bencana angin puting beliung, selalu mengancam masyarakat Sumedang ketika cuaca buruk tiba.

“Berdasarkan catatan BPBD Sumedang, sebanyak 134 titik yang tersebar disejumlah wilayah di Kabupaten Sumedang berpotensi terjadi bencana,” katanya.

Ditambahkan Ayi, Kabupaten Sumedang masuk urutan ke 13 kategori daerah menengah rawan bencana di Jawa Barat.

“Jika melihat kondisi geografisnya.Sumedang merupakan rawan bencana kategori menenga tertinggi,” katanya.

Dikatakan Ayi, pihaknya meminta masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana alam tetap waspada. Mengingat, saat ini sudah mulai terjadi hujan. Kendati demikian, lanjut dia, pihaknya telah mengimbau dan menginformasikan kepada seluruh Camat, Pemdes, hingga ke tingkat RT/RW di Sumedang melalui Surat Edaran Bupati agar meningkatkan kesiap siagaan dan kewaspadaan saat memasuki musim penghujan.

Terlebih, kata dia, Prakiraaan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa akan terjadi peningkatan curah hujan sebesar 40 peesen dari biasanya dan dampak fenomena La Nina.

“Kami sudah informasikannya melalui Surat Edaran Bupati Sumedang, terutama untuk meningkatkan Jumat bersih, dan meningkatkan gotong toyong masyarakat untuk membersihkan saluran air, sungai yang tersumbat,” ujarnya.

Selain itu, tambah Ayi, pihaknya mengimbau masyarakat yang berada di lokasi-lokasi yang biasa terjadi bencana seperti banjir dan longsor, terutama bagi warga yang tinggal di perbukitan dan di wilayah bantaran sungai untuk berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaannya.

“Masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaanya untuk mengurangi dampak berbagai resiko bencana,” pungkasnya.(kia/ell)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *