Pemuda Melawan Pandemi Covid-19

  • Whatsapp
Nola Putri Rahayu.(ist)
Perkiraan waktu baca: 2 menit

Oleh: Nola Putri Rahayu SPd

Penulis adalah seorang ibu rumah tangga yang aktif menulis di berbagai media massa

Read More

Berdasarkan keterangan dari Pemerintah, bahwa pandemi Covid-19 di Indonesia sudah berdampak lebih dari 97 persen wilayah di Indonesia, hal ini dilihat dari semakin tinggi jumlah kasus dan peta persebarannya.

Memperhatikan kondisi darurat tersebut diharapkan semua eksponen masyarakat turut serta berperan aktif dalam penanganan pandemi Covid-19.

Pemuda sebagai eksponen masyarakat yang secara kuantitas berjumlah paling tinggi yaitu 64,19 juta jiwa atau seperempat dari total penduduk Indonesia, dan Indonesia kini sedang berada pada era bonus demografi rentang tahun 2020 sampai dengan 2035.

Secara kualitas pun paling tinggi, hal ini dilihat dari capaian pendidikan hampir keseluruhan pemuda mampu membaca dan menulis.

Berdasarkan data angka partisipasi sekolah (APS) pada kelompok umur 16-18 tahun, 19-24 tahun dan 25-30 tahun masing-masing sebesar 72,36 persen, 25,21 persen dan 4,13 persen. (Statistik Pemuda Indonesia 2019, Badan Pusat Statistik).

Disamping hal tersebut pemuda berfungsi dan berperan sebagai agent of change, moral force dan control social yang diharapkan dapat berguna bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Memperhatikan hal tersebut di atas pemuda diharapkan turut serta berperan aktif dalam penanganan Pandemi Covid-19.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 Tentang Kepemudaan bahwa dalam pembaruan dan pembangunan bangsa, pemuda mempunyai fungsi dan peran yang sangat strategis sehingga perlu dikembangkan potensi dan perannya melalui penyadaran, pemberdayaan, dan pengembangan sebagai bagian dari pembangunan nasional.

Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) fokus melakukan program kegiatan untuk membangun pemuda, pelayanan kepemudaan dalam dimensi pembangunan di segala bidang kehidupan bermasyarakat, berbangsa,
dan bernegara.

Dalam penanganan pandemi Covid-19 kiranya Presiden Joko Widodo dapat menginisiasi melakukan koordinasi strategis lintas sektor untuk mengefektifkan penyelenggaraan pelayanan kepemudaan melalui kegiatan penanganan Pandemi Covid-19.

Pandemi Covid-19 berdampak pada semua sektor kehidupan, tak terkecuali pada sektor pendidikan. Pembatasan sosial menyebabkan tempat-tempat pendidikan tidak dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran secara tatap muka sebagaimana biasanya.

Kegiatan pembelajaran pun dilaksanakan dengan konsep pembelajaran jarak jauh dengan sistem online (dalam jaringan). Orang tua dari peserta didik pun mesti menyediakan media pembelajaran seperti ponsel, komputer, pulsa untuk koneksi internet
pemuda melawan pandemi Covid-19 (Palawa Covid-19).

Program ini bertujuan untuk melakukan edukasi, sosialisasi, pencegahan dan memutus mata rantai penyebaran serta pengobatan atau penyembuhan dari pandemi Covid-19.

Merupakan kemitraan dan koordinasi lintas sektoral antara Presiden, Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Kemenpora, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), dan Organisasi Kepemudaan.

Program Palawa Covid-19 ini diharapkan dapat menjadi program kepeloporan pemuda. Sesegera mungkin dibentuk secara nasional dan didirikan cabang sampai di tingkatan kabupaten/kota di seluruh wilayah Indonesia untuk mempercepat penanganan pandemi Covid-19.

*) Isi dan gagasan tulisan ini adalah tanggung jawab penulis dan bukan bagian dari tanggungjawab redaksi notif.id. Redaksi hanya memiliki kewenangan menyunting tulisan tanpa mengubah substansi isi dan gagasan penulis.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *