Warga Manggahang Bangun Masjid dari Hasil Kebersamaan dan Gotong Royong, Teh Nia: Cerminan Masyarakat yang Menjunjung Filosofi Sabilulungan

  • Whatsapp
Kurnia Agustina atau akrab disapa Teh Nia saat berbicara didepan sejumlah warga Manggahang, Keluarahan Manggahang, Kecamatan Baleendah, Selasa 10 Oktober 2020.(ist)
Perkiraan waktu baca: < 1 menit

NOTIF.ID, KABUPATEN BANDUNG – Kebersamaan dalam bidang keagamaan dan gotong royong masyarakat di Kampung Manggahang RT 01/07, Kelurahan Manggahang, Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung mendapat acungan jempol dari cabup Bandung nomor urut 1 Kurnia Agustina.

Sebab, upaya yang dilakukan masyarakat di Kampung Manggahang tersebut menghasilkan hal yang membanggakan. Kata dia, warga kampung tersebut bisa membangun sarana dan prasarana pendidikan keagamaan, salah satunya masjid. Terlebih, kata dia,program keagamaan merupakan bagian dari prioritas pemerintah setempat dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan.

“Warga setempat turut merealisasikan hasil pengajiannya di majelis taklim untuk membangun masjid. Baik yang memberikan bantuan tenaga maupun materinya, ini menjadi pahala yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi ada keinginan mulia dari warga untuk bisa membangun Rumah Tahfidz,” tutur Teh Nia sapaan akrabnya dalam kunjungannya di lokasi tersebut, Selasa 13 Oktober 2020.

Teh Nia mengatakan, apa yang dilakukan oleh warga di Kampung Manggahang tersebut adalah cerminan masyarakat Kabupaten Bandung yang menjunjung tinggi filosofi Sabilulungan. Apa yang telah dilakukan warga kampung Manggahang tersbeut, ujar Teh Nia, perlu ditiru oleh masyarakat Kabupaten Bandung lainnya.

Dikatakan Teh Nia, dirinya dan Usman Sayogi yang akan maju di kontestasi Pilbup Bandung 2020, juga memiliki program dalam pembangunan keagamaan di Kabupaten Bandung yang masuk dalam visi dan misinya. Program pembangunan keagamaan itu akan diwujudkan melalui karakter Binangkit Sabilulungan.

“Komitmen NU Pasti Sabilulungan jika menang, tentu akan memperhatikan fasilitas keagamaan di Kabupaten Bandung seperti masjid-masjid, memperhatikan marbot masjid, dan guru-guru ngaji. Tentu dengan melihat kemampuan APBD Kabupaten Bandung,” kata dia.(put/ell)

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *