Cabai Sumedang Melimpah Ruah

Assyifa Maretta.(ist)

Oleh: Assyifa Maretta, Mahasiswa Politeknik Statistika STIS

Cabai (Capsium sp.) dikenal sejak dulu sebagai bumbu masakan. Awalnya tanaman cabai merupakan tanaman liar di hutan-hutan. Beberapa referensi menyebutkan bahwa cabai berasal dari Amerika Selatan. Dari sana tanaman cabai menyebar hingga ke seluruh dunia.

Cabai  muncul di nusantara pada abad ke 16, yakni disaat rempah-rempah menjadi pusat perekonomian dunia. Menurut beberapa sumber, cabai dibawa ke nusantara oleh Ferdinand Magellan, seorang penjelajah portugis pada penyebrangannya menyebrangi samudera pasifik. Namun juga tidak menutup kemungkinan cabai hadir jauh sebelum itu.

Bukan orang Indonesia namanya jika tak doyan makan pedas. Rasanya ada yang kurang jika makan tanpa makanan pedas. “Semakin pedas semakin enak”, begitu katanya. Rasa pedas memang sudah seperti rasa yang wajib ada di setiap makanan terutama di kalangan anak muda. Dengan begitu jumlah permintaan cabai dan cabai rawit di Indonesia terus meningkat, begitu pula dengan permintaan cabai merah dan cabai rawit di Kabupaten Sumedang. Hal ini ditunjukan dengan terpilihnya cabai sebagai komoditi yang paling banayak ditanam di Kabupaten Sumedang.

Baca Juga:   Dampak Kemarau Panjang, Harga Cabai di Kota Bandung Terus Meroket

Produksi Cabai Kabupaten Sumedang

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumedang, produksi cabai merah di Kabupaten Sumedang mencapai 42.033 Ton pada tahun 2018 dan meningkat menjadi 50.348 Ton pada tahun 2019. Sedangkan untuk cabai rawit jumlah produksi mencapai 33.268 Ton pada tahun 2019, hal ini juga menunjukkan peningkatan dari tahun 2018 yang hanya sebanyak 27.578 Ton.

Dari 26 kecamatan yang ada di Kabupaten Sumedang 21 kecamatan diantaranya merupakan penghasil tanaman cabai dengan luas area mencapai 581 hektar. Jumlah luas lahan ini terus mengalami peningkatan sejak tahun 2016 yang pada mulanya hanya seluas 462 hektar , meningkat menjadi 516 hektar di tahun 2017 namun mengalami penurunan di tahun 2018 menjadi 471 hektar.

Diperkirakan jumlah ini akan terus meningkat di masa yang akan datang.  Sedangkan untuk cabai rawit, luas lahan mencapai 316 hektar di seluruh wilayah Sumedang. Angka ini berkebalikan dengan luas lahan cabai besar karena terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2016 luas lahan mencapai 341 hektar namun menurun sebanyak 8 hektar di tahun 2017 dan menyusut menjadi 320 hektar di tahun berikutnya.

Baca Juga:   Dampak Kemarau Panjang, Harga Cabai di Kota Bandung Terus Meroket

Kecamatan Pamulihan merupakan penghasil cabai terbesar di Kabupaten Sumedang dari tahun ke tahun. Hasil panen yang melimpah ini bukan hanya didistribusikan ke seluruh wilayah Kabupaten Sumedang dan Jawa Barat, namun pendistribusian  juga mencapai Jabodetabek, jumlah yang disalurkan pun tidak sedikit yakni mencapai 3-4 ton.

Menurut Kepala Bidang Hortikultura pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang, Nani Kordiani, sentra cabe di Kabupaten Sumedang berada di wilayah Mangkarnata, yaitu wilayah di kaki Gunung Manglayang, Kareumbi, Cakrabuana,dan Tampomas yang berada di Kecamatan Tanjungsari, Sukasari, Pamulihan, Cibugel, Wado, dan Cimalaka.

Nilai Tukar Petani

Sejalan dengan produksi cabai yang terus meningkat baik di Sumedang maupun di Jawa Barat, angka Nilai Tukar Petani (NTP) terus meningkat hingga mencapai 112,36 yang artinya petani mengalami surplus karena harga produksi naik lebih besar daripada kenaikan harga konsumennya sehinggal petani memliki lebih bnayak pemasukan daripada pengeluaran. Pemerintah berharap angka tersebut akan terus naik yang didukung dengan bnayak bantuin yang diberikan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

Baca Juga:   Dampak Kemarau Panjang, Harga Cabai di Kota Bandung Terus Meroket

Pemerintah Kabupaten Sumedang maupun Pemerintah Pusat juga turut andil dalam meningkatkan produksi cabai di Sumedang, hal ini dibuktikan dengan penyaluran dana bantuan senilai  Rp40,95 miliar yang diberikan langsung oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman sebagai bentuk apresiasi kepada para petani dan pemerintah Kabupaten Sumedang dalam Pertemuan Apresiasi dan Sinkronisasi Program Kementrian Pertahanan 2019 di kantor Bupati Sumedang. Bantuan itu diharapkan dapat memotivasi petani dan pemerintah Kabupaten Sumedang untuk terus bekerja keras dalam meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani.(*)

*) Isi dan gagasan tulisan ini adalah tanggung jawab penulis dan bukan bagian dari tanggungjawab redaksi notif.id. Redaksi hanya memiliki kewenangan menyunting tulisan tanpa mengubah substansi isi dan gagasan penulis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here