Polisi Hentikan Penyelidikan Kasus Dugaan WN India Selingkuhi Perempuan Cimanggung

Ilustrasi pasangan selingkuh. Foto: blitar news
Ilustrasi pasangan selingkuh. Foto: blitar news

NOTIF.ID, SUMEDANG – Kepolisian Sektor Cimanggung memutuskan untuk menghentikan penyelidikan kasus dugaan perselingkuhan antara warga negara asing (WNA) asal India berinisial S yang bekerja di PT Kewalram 2 dengan wanita bersuami berinisial RS (23) asal Dusun Cipareuag, Desa Sukadana, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Berdasarkan informasi yang berhasil
dihimpun Notif dari kepolisian, penghentian penyelidikan itu karena tidak cukup bukti untuk unsur perzinahan.

“Ya betul, dihentikan peyelidikannya, karena tidak cukup bukti untuk dilanjut penyidikan,” kata Kapolsek Cimanggung Kompol Herdis Suhardiman ditemui Notif di Mapolsek Cimanggung, Jumat 18 September 2020.

Kompol Herdis menuturkan, pihaknya telah melakukan pemanggilan sejumlah saksi atas pelaporan RH (31) suami RS terkait dugaan perzinahan yang dilakukan istri pelapor dengan pria berkebangsaan India itu.

Baca Juga:   Brigez Jatinangor Bagi-Bagi Masker dan Hand Sanitizer Secara Gratis ke Masyarakat

“Kami telah menindaklanjutinya, dan melakukan pemanggilan sejumlah saksi,” ucap Kompol Herdis.

Setelah meminta keterangan dari sejumlah saksi, kata Kapolsek, saksi mengaku melihat bahwa di dalam kontrakan tersebut ada dua orang laki-laki dan perempuan.

“Menurut pengakuan saksi, pria asal India itu tidak sedang berzina,” katanya.

Sebelumnya, kata Herdis,
berdasarkan laporan RH, Unit Reskrim telah menerapkan Pasal Tindak Pidana Perzinahan yang diatur dalam KUHP pasal 284 dengan ancaman  pidana penjara paling lama sembilan bulan. Tapi, ujar Herdis, kasus tersebut tidak terbukti dan pelapor tidak berstatus pasangan suami istri lagi lantaran RS dan RH sudah bercerai dalam status pernikahan sirih.

“Talak atau cerai RS dan RH itu sudah tertuang di dalam surat pernyataan dari kedua belah pihak dan pernyataan itu ditandatangani oleh sejumlah saksi,” ucapnya.

Baca Juga:   104 Kendaraan Polres Sumedang Siap Amankan Mudik 2019

Herdis menambahkan, perceraian antara RS dan RH dikuatkan oleh keterangan keluarga RS yang menyakinkan kepada pihak kepolisian.

“Intinya, penyelidikan kasus ini dihentikan, karena tidak cukup bukti untuk diproses lebih lanjut,” kata dia.

Mengenai kasus tersebut, kata Herdis, pihak PT Kewalram tidak memberikan reaksi apapun. Sebab, persoalanya sudah sepenuhnya ditangani oleh pihak kepolisian.

“Saat itu, RH melaporkannya pada 11 September 2020, padahal kejadiannya pada 22 Agustus 2020 atau sekitar tiga minggu kasusnya baru dilaporkan dan itu pun tanpa ada keterangan pendukung, yakni visum,” tuturnya.

Selain itu, kata Kapolsek, saksi-saksi yang dihadirkan dalam persoalan ini diantaranya pemilik kontrakan yang saat itu turut hadir menyaksikan dengan tetangga kontrakan.

Baca Juga:   Gugas Sumedang Minta Warga Tak Lepas Kendali dan Bereuforia di Masa Penerapan Adaptasi Kehidupan Baru

“Para saksi memberikan keterangan bahwa pria asal India dengan RS berpakaian lengkap dan tidak sedang melakukan zina,” katanya.

Polisi juga menilai keterangan pelapor berbeda dengan keterangan saksi. Artinya, kata Herdis, kejadian dengan pelaporan ada selang waktu selama 21 hari.

“Keterangan saksi yang dipanggil berbeda dengan keterangan pelapor,” ujarnya.

Sebelumnya, RH, warga Desa Sukadana, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat melaporkan istrinya berinisial RS (23), ke Mapolsek Cimanggung karena dugaan perselingkuhan.

Laporan tersebut bermula setelah istrinya tertangkap basah sedang berduaan dengan pria warga negara asing (WNA) asal India berinisial S di sebuah kamar kontrakan yang berlokasi di Dusun Cicabe Legok RW 09, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung. (kia/mrb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here