Kemensos RI Salurkan Bantuan Sosial Beras untuk 120 Ribu Keluarga di Cirebon

Menteri Sosial RI Juliari P. Batubara saat menyalurkan Bantuan Sosial Beras (BSB), di Kantor Desa Kuwu Kedungdawa, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kamis 17 September 2020. Foto/Ist

NOTIF.ID, CIREBON – Kabar baik untuk warga Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Kementerian Sosial (Kemensos) akan segera menggelontorkan Bantuan Sosial Beras (BSB) kepada 120.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di kabupaten tersebut.

Menteri Sosial RI Juliari P. Batubara menuturkan, sasaran dari program BSB ini adalah 10 juta KPM PKH.

“Hal tersebut dilakukan karena KPM PKH masih termasuk keluarga rentan dan miskin sehingga perlu perhatian extra dari pemerintah terutama di masa pandemi Covid-19,” ucap Juliari P. Batubara kepada sejumlah wartawan, di Desa Kedungdawa, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Kamis 17 September 2020.

Menteri Juliari P. Batubara menyebutkan, sebanyak 357 KPM PKH di Desa Kedungdawa ini telah menerima Bansos Beras tersebut.

Baca Juga:   Jumlah Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Jawa Barat Bertambah 20 Orang, Totalnya Jadi 1.320 Orang

“Ini bantuan dari Presiden Joko Widodo melalui Kementerian Sosial bekerjasama dengan Bulog (Badan Urusan Logistik),” tuturnya.

Dikatakan Juliari, setiap KPM PKH akan menerima beras tiga kali sebanyak 15 kilogram. Kendati demikian, kemarin diberikan sekaligus dua kali yakni sebanyak 30 kilogram.

“Bulan depan akan menerima satu kali lagi sebanyak 15 kilogram,” katanya.

Penyaluran BSB ditargetkan bulan November akan selesai. Meski begitu, ujar Mensos,
semua pihak dapat membantu mengawal untuk kelancaran penyaluran BSB di lapangan.

“Program ini semoga tepat sasaran. Teman-teman Bulog, Transporter, juga agar bekerjasama dengan Pemda setempat dan pendamping PKH, serta aparat penegak hukum,” katanya.

Program BSB ini merupakan salah satu Jaring Pengaman Sosial (JPS) yang diluncurkan pemerintah sebagai upaya untuk menekan beban pengeluaran para KPM PKH di masa pandemi Covid-19.

Baca Juga:   Secara Akumulatif Warga Sumedang yang Positif Covid-19 Berjumlah 13 Orang, Hasil Dari 635 Orang Menjalani Swab Test

“Beras yang disalurkan untuk program BSB ini adalah beras medium. Pemenuhan BSB bersinergi dengan Perum Bulog, Dinas Sosial, transporter, dan pendamping PKH. Dengan diberikannya tambahan bantuan kebutuhan pokok berupa beras, diharapkan para KPM dapat tercukupi,” ujarnya.

Tri Astuti, Pendamping PKH Desa Kedungdawa mengatakan pihaknya menyebut mendampingi 357 KPM PKH di Desa Kedungdawa.

“Di desa ini sudah ada PKH sejak tahun 2013. Hari ini direncanakan kami akan memberikan bansos beras dari Kementerian Sosial, dan dilakukan secara bertahap supaya tidak berkerumun,” kata dia.

Tri menyebut data yang diberikan sudah akurat dan sesuai dengan yang ada di lapangan.

” Adanya program BSB ini dirasakan manfaatnya bagi KPM,” kata dia.

Baca Juga:   Hari Ini PSBB Parsial Kabupaten Bandung Tahap 2 Diberlakukan di Delapan Kecamatan

Neneng, warga setempat mengatakan, pihaknya menyebut sejak tahun 2013 pihaknya terdaftar sebagai KPM PKH.

“Saya punya anak satu,kegiatan sehari-hari saya ibu rumah tangga, dan suami saya bekerja sebagai buruh pabrik. Hari ini saya dapat bantuan beras 30 kilogram dan nanti bulan depan saya akan menerima satu kali lagi sebanyak 15 kilogram. Bansos beras ini akan saya manfaatan untuk makan sehari-hari,” tuturnya. (kia/mrb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here