Begini Tanggapan Abuya KH Nurzaman Terkait Kasus Dugaan Perselingkuhan di Cimanggung yang Melibatkan WN India

Ilustrasi selingkuh.(net)

NOTIF.ID, SUMEDANG – Kasus dugaan perselingkuhan yang melibatkan warga negara asing (WNA) asal India dengan seorang wanita bersuami di Cimanggung, Kabupaten Jawa Barat, membuat tokoh agama di Kecamatan Cimanggung angkat bicara.

Tokoh agama yang merupakan pimpinan Pondok Pesantren Al Huda, Abuya KH Nurzaman mengutuk dan mengecam kasus dugaan perselingkuhan antara warga negara asing (WNA) asal India berinisial S yang bekerja di PT Kewalram Unit 2 dengan perempuan berinisial RS (23) warga Cipareuag RT 01/06, Desa Sukadana, Kecamatan Cimanggung.

“Saya mengutuk keras kelakuan mereka, dan mendorong aparat kepolisian untuk segera memproses hukum yang berlaku,” kata KH Nurzaman kepada Notif melalui sambungan selular, Senin 14 September 2020.

Nurzaman berpendapat, dugaan perselingkuhan tersebut dinilai telah mencemarkan daerahnya.

“Sudah jelas mereka telah mencemarkan nama daerah (Cimanggung). Oleh kami (warga), daerah ini diwangikan, tetapi mereka malah menodai nama wilayah kami dengan kelakuan yang tidak terpuji. Kelakuan mereka sangat tidak baik secara syar’i,” ucapnya.

Pimpinan Pondok Pesantren Al Huda, Abuya KH. Nurzaman.(ist)

Selain itu, Nurzaman menyebutkan, dugaan perselingkuhan tersebut bukan hanya telah melecehkan nama baik dan harga diri keluarganya saja. Tetapi, ujar Nurzaman, mereka telah melecehkan nama daerah Cimanggung dan bangsa, apalagi laki-laki nya itu merupakan warga negara asing.

“Pelakunya jangan diabaikan, harus ditindak lanjuti dan di proses secara hukum yang seadil-adilnya,” tuturnya.

Menurut Nurzaman, pihaknya mengajak kepada semua elemen masyarakat untuk mengevaluasi kejadian tersebut agar tidak terjadi lagi di kemudian hari.

“Kita bahas masalah ini secara hukum yang hakiki, supaya negara kita aman dan masyhur,” pungkasnya.(kia/ell)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here