Polisi Periksa PT SBG Selama 6 Jam, Kasus Pemalsuan Akta Saham dan Penyerobotan Lahan Perumahan di Cimanggung

Perumahan SBG Cimanggung, Sumedang.(ist)

NOTIF.ID, SUMEDANG – Bos perusahaan pengembang proyek perumahan PT Satria Bumintara Gemilang (SBG) Irwan Apong Gunawan melalui Juki Mulyawan memenuhi panggilan tim penyidik Polres Sumedang, Kamis 10 September 2020.

Berdasarakan informasi yang diterima Notif, dia dimintai keterangan sebagai saksi buntut laporan mantan Direktur Utama PT SBG, Cahro Suhendar yang menudingnya telah merekayasa akta kepemilikan saham, pemalsuan alamat saat proses penerbitan akta lahan
dan penyerobotan lahan seluas 80 hektar yang masuk ke empat desa di Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang. Yakni, Desa Cikahuripan, Desa Cihanjuang, Desa Sukadana, dan Desa Sindanggalih.

“Betul, kami memenuhi panggilan penyidik Polres Sumedang untuk dimintai keterangan,” kata Juki Mulyawan kepada Notif di ruang kerjanya.

Baca Juga:   45 Tahun Terisolasi, Warga Dusun Jeungjing Akhirnya Punya Akses Jalan

Juki Mulyawan adalah yang mewakili Apong menghadiri pemanggilan polisi dari Pores Sumedang.

“Pak Irwannya dalam keadaan sehat, namun beliau berhalangan hadir karena sedang berada di Jakarta,” katanya.

Selain itu, Juki mengaku telah memberikan semua keterangan yang dia ketahui. Meski begitu, ujar dia, pihaknya mengaku tetap akan kooperatif apabila penyidik melakukan pemanggialan kembali.

“Kalau nanti ada proses hukum selanjutnya saya akan kooperatif,” bebernya.

Dalam pemeriksaan tersebut, kata Juki, pihaknya mengaku dicecar sejumlah pertanyaan oleh penyidik. Pihaknya telah dimintai keterangan oleh penyidik mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB.

“Kami menjawab semua pertanyaan penyidik. Yang di-BAP polisi itu Pak Kusyaman, saya hanya menambahkan saja, dan apabila penyidik membutuhkan data-data, kami telah menyiapkannya,” tutur Juki.

Baca Juga:   Pemkab Sumedang Klaim Sudah Salurkan Bansos Kepada 14.707 KK

Ditambahkan Juki, pihaknya membantah telah merekayasa penjualan kepemilikan saham yang ditudingkan oleh Cahro Suhendar. Sebab menurutnya sudah terjadi transaksi penjualan saham.

“Bukti pembayarannya ada, saat itu pembayarannya dengan menggunakan Bilyet Giro. Tudingan itu sama saja menuding jika orang BPN itu bodoh. SPH nya sudah ada dan saksinya pun BPN,” tutur Juki seraya berharap agar kepolisian segera membereskan permasalahan ini. (kia/mrb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here