Dua Sekolah Jenjang SMU di Sumedang Segera Lakukan KBM Tatap Muka

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir saat memberikan keterangan di Gedung Negara Sumedang, Jawa Barat, Rabu 24 Juni 2020.(kiki andriana/notif.id)

NOTIF.ID, SUMEDANG – Kerinduan siswa di Sumedang, Jawa Barat, terhadap pembelajaran tatap muka di sekolah sebentar lagi akan terobati. Pasalnya, Pemerintah Kabupaten Sumedang berencarana akan segera mengizinkan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) digelar secara tatap muka di era adaptasi kebiasaan baru (AKB) akibat pandemi Covid-19.

Bupati Sumedang sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumedang, Dony Ahmad Munir mengatakan, pelaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Sumedang masih dilakukan melalui sistem pembelajaran jarak jauh. Akan tetapi, lanjut politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini, pihaknya merencanakan akan membuka satu jenjang sekolah untuk melaksanakan KBM tatap muka secara langsung, yakni SMU dan SMK.

Baca Juga:   Selama Dua Hari Kasus Positif Covid-19 di Sumedang Naik, Kini Jumlah Kasusnya Capai 269

“Hingga saat ini masih dilakukan sistem jarak jauh, namun rencananya akan ada 2 sekolah yang menggelar KBM tatap muka secaraa langsung. Semacam percobaan untuk melakukan KBM tatap muka secara langsung,” kata Dony Ahmad Munir kepada sejumlah wartawan ditemui di Sumedang, Kamis 10 September 2020.

Dony menyebutkan, rencana pembukaan KBM tatap muka di sekolah ini akan dilakukan secara bertahap.

“Rencananya akan dua sekolah dulu yang dibuka, karena sekolah ini banyak sekali siswanya dan dikhawatirkan kalau ada apa-apa penyebaraannya akan cepat. Anak-anak kan pengendalian dirinya berbeda dengan orang dewasa,” tutur Dony.

Meski begitu, lanjut Dony, sebelum KBM tatap muka dimulai, Tim gugus tugas pun melakukan swab test kepada para guru sebagai upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19. Sebab, kata dia, pihaknya menyebut semakin tersadarkan ketika mendapat informasi yang terjadi di Surabaya.

Baca Juga:   Ditinggal Panen Padi, Rumah Petani di Sumedang Ini Ludes Dilalap Api

Disana (Surabaya), kata Dony, dari sekian ribu orang yang di swab, terdapat 10 persen yang positif Covid-19.

“Pasti nanti sebelum KBM dibuka gurunya akan menjalani swab. Hal ini dilakukan untuk memberikan rasa aman dan juga nanti ada pernyataan dari orang tuanya untuk mengizinkan anaknya melaksanakan KBM secara daring atau juga bisa sistem pembelajaran luring,” ucapnya. (kia/mrb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here