Sengketa Lahan Perumahan SBG Cimanggung Masuki Babak Baru, Pengembang Perumahan Merasa Terteror

Perumahan SBG Cimanggung, Sumedang.(ist)

NOTIF.ID, SUMEDANG – Kasus sengketa lahan yang melibatkan perusahaan pengembang proyek perumahan PT Satria Bumintara Gemilang (SBG) yang kini didirekturi oleh Irwan Apong Gunawan dengan mantan Direktur PT SBG Cahro Suhendar memasuki babak baru.

Kedua belah pihak bersikukuh mengaku dan mengklaim sebagai pemilik lahan yang sah tempat didirikannya perumahan di atas lahan seluas 80 hektar di Desa Cikahuripan, Desa Cihanjuang, Desa Sukadana, Desa Sindanggalih, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Berdasarkan informasi yang diterima Notif, penggugat menemukan sejumlah
indikasi pemberian keterangan alamat palsu dalam proses pembuatan akta jual beli (AJB) dan Serifikat yang dilakukan oleh Irwan Apong Gunawan.

“Unsur penipuannya sudah jelas, AJB dan sertifikat yang dikalaim PT SBG tersebut mengandung cacat hukum, sehingga batal demi hukum,” ucap Juru Bicara Cahro Suhendar, Agung Prawira ditemui Notif, di Cimanggung, Sabtu 5 September 2020.

Agung menuturkan, indikasi pemalsuan tersebut diantaranya ada yang menerangkan jika Irwan Apong dan Bayu Halim beralamat di rumah yang berlokasi Jalan Parakanmuncang, Dusun Cibuntu RW 03, Nomor 107, Desa Mekar Bakti, Kecamatan Pamulihan. Padahal, kata Agung, rumah tersebut merupakan rumah milik Cahro Suhendar, dan kini masih dijadikan tempat tinggal oleh Cahro Suhendar.

“Ada pencatutan alamat dalam pemalsuan dokumen tersebut. Sudah jelas, hal ini perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh mereka,” ujar Agung.

Selain itu, lanjut Agung, setelah dilakukan verifikasi dan ditanya ke pemerintah setempat dan tetangga di sekitaran rumah tersebut bahwa Irwan Apong dan Bayu Halim tidak tercatat di dalam administrasi kependudukan di alamat rumah yang digunakan mereka untuk membuat AJB dan Sertifikat lahan tersebut.

“Pemalsuan alamat itu terancam Pasal 263 KUHPidana, dan pasal-pasal lain akan menyusul disesuaikan dengan bukti dan data kepalsuannya, “ucapnya.

Sementara itu, perwakilan PT SBG, Juki Mulyawan membantah jika PT SBG talah memalsukan alamat dalam pembuatan AJB dan Sertifikat lahan tersebut

“Buktikan saja jika mereka merasa benar,” kata Juki dihubungi Notif melalui sambungan selular, Minggu 6 September 2020.

Seharusnya, Juki mengatakan, untuk mempertanyakan hal tersebut seharusnya jangan bertanya ke PT SBG. “Bertanyanya jangan ke SBG, tanyakan saja ke Pemerintah Kecamatan saja, dan jika ada pencatutan alamat yang mereka sangkakan, apakah ada kemungkinan PT SBG yang mencatutnya? Kan, belum tentu SBG yang mencatut, jadi lebih baik tanya ke kecamatan,” kata dia.

Terkecuali, kata Juki, PT SBG mengklaim rumah yang beralamat di Mekar Bakti itu. Namun pada dasarnta, PT SBG tidak pernah melakukan klaim secara sepihak. “Pak Cahro itu menelanjangi diri sendiri, dan nantinya ada aset SBG yang diluar ploting SBG dibuka oleh mereka, ya kalau bagi saya senang-senang saja,” ucapnya.

“Seharusnya mereka (Cahro Suhendar) ngobrol baik-baik, jangan menteror PT SBG. Kemudian, kata dia, menurut saya kalau Cahro Suhendar memiliki bnyak tenuan coba buktikan. Pak Cahro mau ngaku punya Cimanggung atau mengaku memiliki Sumedang juga sah-sah saja, dan tidak akan ada yang melarang mengaku-ngaku, tapi buktikan,” imbuhnya.

Juki berharap agar Cahro Suhendar menuntut secara hukum mengenai permasalahan ini.”Dulu pernah bilang akan melaporkan SBG ke Polda Jabar, tapi hingga saat ini belum, sama saya ditunggu tapi belum ada laporan juga, ngerjain orang saja kalau begitu, ” tambahnya.

Menurut Juki, yang mengetahui sejarah PT SBG itu adalah Cahro, istrinya, dan rekan-rekanya, sebelum sahamnya di jual pada 1995 dan 1996. Kemudian, lanjut Zuki, jika Cahro tidak merasa menjual saham, kenapa sekian ribu rumah sudah terbangun di PT SBG, pihak Cahro diam-diam saja. Baru akhir-akhir ini persoalan tersebut mengemuka.

Ditambahkan Juki, jika mereka merasa memiliki bukti yang kuat, silahkan gugat kami secara hukum, Tetapi, kata Juki, menggugatnya jangan seperti kekanak-kanakan.”Saya berharap agar mereka cepat menggugat secara hukum. Adu sama saya di kepolisian, dan pengadilanlah yang bakal menentukan siapa yang salah dan siapa yang benar,” katanya.(kia/ell)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here