Vaksin Merah Putih Menjadi Strategi Jangka Panjang Bio Farma

Ilmuwan Sinovac tengah mengembangkan vaksin di sebuah laboratorium.(Sky News)

NOTIF.ID, JAKARTA – Vaksin Covid-19 buatan dalam negeri atau Vaksin Merah Putih dinilai akan menjadi strategi jangka panjang. Hal itu diungkapkan Project Integration Management Research and Development PT Bio Farma Neni Nurainy.

Menurut Neni, mandat dari Kementerian Riset dan Teknologi adalah mengembangan vaksin dengan cepat dan mandiri. Dari sisi mandiri ini lah, Neni menilai bahwa pandemi mungkin saja terjadi berulang. Sehingga, Indonesia perlu siap dengan vaksin buatan sendiri.

“Indonesia dengan 270 juta jiwa harus siap dengan vaksin sendiri, itu kerja sama dengan Eijkman,” kata Neni seperti dikutip dari Tempo.co, Minggu 16 Agustus 2020.

Vaksin Covid-19 dalam negeri yang diberi nama Vaksin Merah Putih tengah dikembangkan oleh Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 yang dipimpin Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.

Adapun vaksin dari Sinovac asal China akan menjadi strategi jangka pendek Bio Farma. “Karena ini pandemi, kita ingin mengejar vaksin bisa disediakan untuk masyarakat,” ujarnya.

Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio menyampaikan bahwa vaksin Covid-19 buatan dalam negeri diutamakan untuk memenuhi 50 persen kebutuhan vaksin di Indonesia.

Vaksin Covid-19 yang diberi nama Merah Putih ini pun membutuhkan waktu cukup lama. Sebab, Indonesia telat 4 bulan untuk memulai pengembangan vaksin.

“Kami berupaya memperpendek proses-prosesnya,” kata Amin.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here