Warga Sumedang Diminta Menunda Berobat ke RSUD Sumedang, Alasannya Ada Belasan Nakes yang Terpapar Covid-19

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sumedang, Iwa Kuswaeri.(kiki andriana/notif.id)

NOTIF.ID, SUMEDANG – Pascaadanya 11 orang tenaga kesehatan (nakes) RSUD Sumedang dan tiga orang pasien hasil pelacakan swab test masif di Puskesmas Cibugel yang terkonfirmasi positif Covid-19, operasional poliklinik rawat jalan bagi pasien non Covid-19 tetap berjalan seperti biasa.

“Tidak ada penutupan pelayanan di RSUD Sumedang. Pelayanan untuk pasien rawat inap maupun rawat jalan masih tetap dilakukan,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumedang, Iwa Kuswaeri dihubungi Notif via pesan singkat, Kamis 13 Agustus 2020, malam.

Pascaadanya nakes yang positif Covid-19, Iwa mengungkapkan jika pelayanan di RSUD Sumedang saat ini sedikit terganggu meski tetap beroperasi. Kendati demikian, lanjut Iwa, pihaknya menyarankan kepada masyarakat untuk menunda dulu berobat ke RSUD Sumedang kecuali dalam keadaan darurat

“Kami imbau masyarakat untuk sementara berobat ke Puskesmas dan rumah sakit swasta dulu, karena petugas di RSUD Sumedang berkurang, terkecuali yang betul-betul mendesak dan perlu penanganan segera,” tuturnya.

Saat ini, kata Iwa, pihak rumah sakit tengah melakukan tracing dan tracking terhadap dokter, perawat, tenaga medis lain, hingga karyawan yang kontak erat dengan tenaga kesehatan dan karyawan RSUD Sumedang yang dinyatakan positif Covid-19.

“Tim langsung bergerak melakukan pelacakan kontak (contact tracing),” ujarnya.(kia/ell)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here