Perlombaan 17 Agustus yang Berpotensi Menyebabkan Kontak Fisik Dilarang untuk Diselenggarakan

Lomba panjat pinang.(ist)

NOTIF.ID, KABUPATEN BANDUNG – Sejumlah perlombaan yang berpotensi menimbulkan kontak fisik pada peringatan HUT RI ke 75 dipastikan tidak boleh diselenggarakan. Hal ini dilakukan untuk pencegahan penyebaran Covid-19 di masa pandemi.

Kepala Satpol PP Kabupaten Bandung Kawaludin menuturkan, Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bandung belum mengeluarkan kebijakan pelaksanaan perlombaan pada HUT RI ke 75. Meski begitu, sejumlah kegiatan yang berpotensi mengundang kerumunan atau bahkan kontak fisik dilarang untuk diselenggarakan.

“Kecuali seperti upacara yang digelar virtual. Kalau untuk kegiatan yang akan mengundang kerumunan massa dan memungkinkan melanggar jaga jarak. Sampai saat ini belum boleh dilaksanakan,” kata Kawaludin, di Soreang, Sabtu 8 Agustus 2020.

Menurutnya, Satgas Covid-19 Kabupaten Bandung berat untuk mengeluarkan rekomendasi untuk menginzinkan kegiatan yang bersifat mengumpulkan massa dan juga terjadi kontak fisik itu. Itu artinya, berbagai perlombaan yang biasa digelar masyarakat setiap 17 Agustus, terancam tidak bisa digelar

“Yah harus dilihat dulu kegiatannya seperti apa. Panjat pinang, lomba makan kerupuk dan lainnya itu kan ada kontak fisik dan sangat rentan terjadi penyebaran virus korona. Tapi kan ada juga perlombaan yang bisa dilakukan dirumah masin- masing, seperti perlombaan e-sport, terus sepeda santai tapi jangan berkerumun,” ujarnya.

Mengenai pelaksanaan upacara bendera yang biasa digelar disetiap kecamatan, Kawaludin mengaku pihaknya masih melakukan pembahasan untuk prosedur tetap (protap)nya. Karena jangan sampai pelaksanaan upacara bendera dilaksanakan dengan mengabaikan protokol kesehatan serta terjadi kerumunan massa yang tak terkendali.

“Akan kami evaluasi dan bahas bagaimana protapnya,” katanya.

Kawaludin meminta agar masyarakat tetap mematuhi aturan selama masa Adaptasi Kehidupan Baru (AKB) atau New Normal ini. Jangan sampai karena “keukeuh” menggelar berbaagai perlombaan 17 Agustus, malah akhirnya menyebabkan semakin meluasnya penyebaran virus corona.

“Kami mohon kesadarannya dari masyarakat. Karena ini bukan untuk kepentingan pemerintah saja, tapi untuk keselamatan masyarakat juga. Saya tidak ingin terjadi sampai ada pembubaran oleh petugas, tapi harus ada kesadaran sendiri dari masyarakatnya,” katanya.(put/ell)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here