Sabtu Pekan Depan, Sanksi akan Diberlakukan bagi Warga Sumedang yang Tak Menggunakan Masker

Dony Ahmad Munir, Bupati Sumedang, Jawa Barat. Foto: Notif.id.
Dony Ahmad Munir, Bupati Sumedang, Jawa Barat. Foto: Notif.id.

NOTIF.ID, SUMEDANG – Pemkab Sumedang akan melakukan penindakan terhadap warga yang melanggar protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Penindakan tersebut sesuai dengan sanksi yang telah diatur dalam Peraturan Bupati Sumedang.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyebutkan, pihaknya akan menerapkan sanksi administrasi bagi pelanggar protokol kesehatan dalam penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) ini.

Kebijakan penerapan sanksi administrasi dan sanksi sosial bagi pelanggar protokol kesehatan sudah disepakati dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sumedang.

“Sudah disepakati, pekan ini akan dilakukan sosialisasi dan edukasi yang berkaitan dengan protokol kesehatan secara masif, dan Sabtu pekan depan penerapan penegakan sanksi kepada warga yang melanggar akan mulai dilakukan oleh petugas gabungan di lapangan,” tutur Dony Ahmad Munir di Sumedang, Sabtu 8 Agustus 2020.

Lebih lanjut Dony mengatakan, 120 orang personel gabungan dari TNI, Polri, Denpom, dan Satpol PP akan diterjunkan di pusat perbelanjaan seperti Pasar, Supermarket, Tempat Pariwisata, Pesantren, dan di beberapa titik strategis atau di wilayah perbatasan untuk melakukan pengawasan dan penindakan kepada pelanggar protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Tim yang bertugas akan dibagi dua tim, yakni tim yang melakukan pengawasan secara mobile dan ada yang memfokuskan penindakan melalui razia di titik-titik keramaian,” ucap Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumedang ini.

Bagi warga yang melanggar protokol kesehatan, menurut politisi PPP ini, bagi yang melanggar diberi sanksi ringan, sedang, sanksi berat hingga denda.

“Hal ini harus tegas dijalankan, karena satu-satunya cara untuk mendisiplinkan. Disiplin itu butuh kesadaran dan paksaan juga, dan mudah-mudahan akan muncul kesadaran dari semua pihak,” kata Dony.

Selain itu, ditambahkan Dony, di tingkat kecamatan, Forkopimcam akan menyiapkan 10 orang personel setiap harinya untiluk berkeliling menegakan Perbup kepada pelanggar protokol kesehatan. Kemudian, ujar Dony, semuanya akan mobile, termasuk Satgas akan mengajak kembali pemerintah desa untuk mengaktifkan kembali Desa Siaga Covid-19, dan RW siaga Covid-19 untuk memastikan protokol kesehatan di wilayahnya berjaan dengan efektif.

“Hal ini merupakan upaya kami untuk memutus persebaran Covid-19 di Sumedang,” katanya.

Dony mengimbau kepada warga Sumedang untuk meningkatkan kewaspadaan. Terlebih, Kabupaten Sumedang masih berada di level waspada Covid-19.

“Pandemi Covid-19 belum selesai, warga kami imbau untuk lebih berhati-hati lagi, dan harus disiplin menjalankan protokol kesehatan dengan efektif. Hindari kerumunan, bermasker jika beraktivitas di luar rumah, jangan keluar rumah jika tidak penting, dan tetap menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” ucapnya.(kia/ras)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here