Siap-siap! Tiga Sanksi Ini Menanti Bagi Warga Sumedang yang Tak Mengenakan Masker di Tempat Umum

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir.(dok. kiki andriana/notif.id)

NOTIF.ID, SUMEDANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang, akan menerapkan sanksi bagi warga yang tidak memakai masker saat beraktifitas di tempat umum.

Hal itu menyusul diterbitkannya Peraturan Bupati (Perbup) Sumedang nomor 74 tahun 2020 tentang sanksi administratif terhadap pelanggaran tertib kesehatan dalam pelaksanaan adaptasi kebiasaan baru dan penanggulangan COVID-19.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menuturkan, untuk dapat mempercepat penerapan sanksi bagi warga yang tidak memakai masker tersebut, pihaknya sudah menginstruksikan Satpol PP dan bagian hukum untuk menidaklanjuti pelaksanaan sanksi tersebut.

“Akan kami rapatkan dulu dengan para camat dan Kasi Trantib, bagimana di Sumedang menerapkan peraturan bupati tentang sanksi yang melanggar protokol kesehatan karena Perbupnya sudah beres tinggal nanti disosialisasikan,” kata politisi PPP, di Sumedang, Kamis 6 Agustus 2020.

Baca Juga:   Cukup Bandana atau Syal Selama Lakukan Social Distancing Cegah COVID-19, Efektifkah?

Menurut politisi partai berlambang kabah ini, saat pelaksanaan nantinya ada tiga jenis sanksi yang akan diterapkan. Aantara lain sanksi ringan, sanksi sedang dan sanksi berat.

“Aturan tersebut akan berlaku untuk semua warga,” ucapnya.

Sanksi tersebut, kata Dony, tertuang dalam Perbup Bab VI bagian kesatu, bahwa setiap orang yang tidak menggunakan masker di ruang publik akan dikenakan sanksi berupa administratif, diantaranya untuk sanksi ringan, seperti teguran lisan dan teguran tertulis.

Sedangkan untuk sanksi sedang, terdiri dari jaminan kartu identitas, kerja sosial dan pengumuman secara terbuka. Sementara untuk sanksi berat, dalam bentuk denda administratif paling besar Rp100 ribu.

“Kami sudah siapkan, nanti diseminasi dulu dengan para camat dan Kasi Trantib karena ada Satgas penegakan disiplin tingkat kecamatan dan kabupaten yang akan melakukan razia tersebut,” tuturnya.

Baca Juga:   COVID-19 Ubah Alur Tren Fashion, Desainer Phillip Iswardono Turut Kembangkan Mode Masker di Indonesia

Dony menambahkan, untuk penegakan disiplin tingkat kecamatan itu, nantinya akan dilakukan oleh Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) yang terdiri dari Camat, Polsek, Koramil dan Satpol PP.

“Akan kami terus lakukan, agar lebih waspada, karena pas Idul Adha kemarin kan banyak warga yang mudik, makanya harus kita diantisipasi,” pungkasnya.(kia/ras)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here