Seusai Berhubungan Badan, Remaja di Rancaekek Ini Malah Habisi Nyawa Pacarnya Sendiri, Masalahnya Hanya Karena Cemburu

Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan didampingi Wakapolres AKBP A Agus R dan Kanit PPA Ipda Riskawati menunjukkan sejumlah barang bukti kasus pembunuhan yang dilakukan oleh seorang remaja di Rancaekek. Gelar perkara dilakukan di Mapolresta Bandung, Kamis 6 Juli 2020.(r wisnu saputra/notif.id)

NOTIF.ID, KABUPATEN BANDUNG – Gara-gara cemburu buta, seorang pelajar berusia 17 tahun di Rancaekek, Kabupaten Bandung nekat menghabisi nyawa pacarnya sendiri. Aksi jahat nan sadis anak berhadapan dengan hukum (ABH) itu dilakukan di rumah kontrakannya sendiri pada Rabu 5 Agustus 2020, sore.

Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan menuturkan, sebelum nekat membunuh, ABH sempat melakukan hubungan badan dengan korban.

“Mereka berdua pacaran. Masih sekolah, namun sekolahnya berbeda. Nah sebelum peristiwa pembunuhan itu terjadi, keduanya bertemu di rumah kontrakan ABH. Setelah itu mereka melakukan hubungan badan,” kata Hendra saat gelar perkara di Mapolresta Bandung, Soreang, Kamis 6 Juli 2020.

Menurut dia, korban memiliki pacar lain yang membuat ABH cemburu. Sebab, foto pacar lainnya itu dipasang di akun media sosial milik korban.

“Setelah melakukan hubungan badan, ABH ini secara spontan akibat cemburu langsung membunuh korban dengan cara menjerat leher korban dengan tali,” ucapnya.

Setelah korban meninggal, kata dia, jasad korban kemudian dimasukkan ke dalam sebuah karung dan disimpan di kamar kontrakannya. Seusai itu, ABH kemudian pergi ke luar.

Sepulangnya ke rumah, ibunya menanyakan kepada ABH apa isi barang yang ada di dalam karung itu. Secara jujur ABH menjawab jika di dalam karung tersebut adalah jasad pacarnya.

“ABH ini juga jujur kepada ibunya telah berhubungan badan sebelum membunuh korban,” kata dia.

Mengetahui aksi jahat ABH, ibu kandungnya kemudian mengajak ABH untuk melapor ke Polsek Rancaekek. Kepads polisi, ABH mengakui perbuatannya itu.

“Dasar pembunuhan ini cemburu. Tidak ada unsur pembunuhan berencana. ABH ini melakukan pembunuhan secara spontan,” kata dia.

Dari tangan ABH, polisi menyita sejumlah barang bukti kasus pembunuhan itu. Diantaranya, satu tali tambang berwarna merah, satu buah kerudung berwarna abu, satu buah masker warna merah tua, jaket sweater berwarna hijau tua, sprei batik berwarna biru, dan celana dalam berwarna biru, BH warna biru, baju tanktop warna putih, dan celana jins warna biru milik korban.

“Proses penahanan ABH ini tidak dilakukan di Polresta Bandung. Tapi di Yayasan Bahtera dibawah naungan Dinsos Provinsi Jawa Barat,” kata dia.

Sementara itu Kanit PPA Polresta Bandung Ipda Risnawati menuturkan jika kedua remaja tersebut saling berpacaran. Keduanya adalah siswa sekolah menengah atas.

“Si ABH adalah siswa SMK. Sementara korban siswa SMA. Keduanya warga Kecamatan Rancaekek. Alamat rumah ya berbeda. Mereka sudah berpacaran selam 1 tahun 5 bulan,” kata dia.

Akibat aksi jahatnya itu ABH dijerat Pasal 338 KUHPidana tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun dan Pasal 80, 81, 82 UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman yang sama.(put/ras)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here