Mantan Dirut Laporkan PT SBG yang Memalsukan Akta Kepemilikan Saham dan Penyerobotan Lahan untuk Proyek Perumahan di Cimanggung

Proyek pembangunan perumahan oleh PT SBG di lahan seluas 80 hektar di Desa Cikahuripan, Desa Cihanjuang, Desa Sukadana, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.(ist)

NOTIF.ID, SUMEDANG – Perusahaan pengembang perumahan PT Satria Bumintara Gemilang (SBG) dilaporkan ke Polres Sumedang, oleh mantan direktur utama perusahaan tersebut dengan tuduhan pemalsuan akta kepemilikan saham.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Notif, penggugat yang juga mantan direktur utama PT SBG itu bernama Cahro Suhendar Wikanta. Cahro mengaku dan mengklaim sebagai pemilik lahan yang sah tempat didirikannya perumahan di atas lahan seluas 80 hektar di Desa Cikahuripan, Desa Cihanjuang, Desa Sukadana, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Juru Bicara Cahro Suhendar Wikanta, Agung Prawira mengungkapkan permasalahan yang dihadapi saat ini berawal karena perusahaan tersebut telah merekayasa akta kepemilikan saham dan penyerobotan lahan.

“Lahan seluas 80 hektar tersebut mutlak milik Pak Cahro Suhendar Wikanta,” kata Agung Prawira ditemui Notif, di kediamannya, di wilayah Mekarbakti, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jumat 24 Juli 2020.

Baca Juga:   Sumedang Diselimuti Gembira, ABK asal Ganeas yang Positif Covid-19 Dinyatakan Sembuh

Agung menyebutkan, perbuatan yang dilakukan Irwan Apong Gunawan (Dirut PT SBG yang sekarang) satu bentuk pelanggaran yang dilakukan secara sistematis, terstruktur dan terukur.

“Bukti-bukti autentik dimiliki oleh Pak Cahro Suhendar, mulai akta pendirian awal nomor 54, 12 Desember 1994 di notaris Liontin jelas sekali tidak ada sedikitpun tertera nama Irwan Apong Gunawan,” ucapnya

Meski begitu, kata dia, tepatnya pada 1996, di seorng notaris bernama Edi Rosyadi, terjadi rekayasa yang dilakukan seolah-olah terjadi penjualan saham dari Pak Cahro kepada Karman. Bahkan, ujar dia, laporan di Polres Sumedang pun sudah jelas sekali pemanggilannya.

“Kami melihat ada sejumlah dokumen yang dipalsukan oleh mereka,” katanya

Dikatakan Agung, kasus ini telah dilaporkan di Polres Sumedang pada tanggal 29 September 2017 dengan nomor laporan B/12/08/IX/2017 Reskrim, namun hingga saat ini belum ada kejelasan atas laporan tersebut.

Baca Juga:   PCNU Sumedang Nyatakan Sikap Dukung Pelantikan Presiden Berjalan Aman

“Kami menunggu tindakan hukum yang lebih adil, mudah-mudahan bisa kembali lagi ke posisi kebenaran yang hakiki, dan kami berencana akan melaporkannya kembali ke Polda Jabar,” tutur dia.

Sebelumnya, ditambahkan Agung, pihaknya telah mengingatkan kepada Irwan Apong Gunawan agar menyadari kekeliruanya itu. Namun, ujar dia, tidak ada tanggapan atau  respons berarti.

“Kami meminta kepada pihak PT SBG agar menghentikan dulu semua aktifitas yang saat ini sedang berjalan diatas lahan tersebut, termasuk kegiatan pengerjaan pembangunan perumahan komersil juga yang bersubsidi serta kegiatan lainya sebelum ada kejelasan hukum,” kata Agung.

Agung juga meminta agar PT SBG lebih baik menghentikan dulu penjualan unit rumahnya sebelum proses hukum ini selesai hingga menjadi keputusan yang bulat dan inkrah.

Baca Juga:   Bioskop dan Tempat Karaoke di Sumedang akan Kembali Dibuka pada Agustus 2020

Sementara itu, Juki, perwakilan PT SBG membantah jika telah melakukan rekayasa akta kepemilikan saham PT SBG, dan membantah telah melakukan penyerobotan lahan yang pelapor sangkakan.

“Yang keliru itu terbalik, bukan kami,” kata Juki kepada Notif.

Juki menambahkan, kalau berbicara pada 1994 memang Cahro Suhendar Wikanta merupakan Direktur Utama di PT SBG. Tetapi, kata dia, pada 1995 dan 1996 Cahro sudah tidak aktif lagi di perusahaan

“Gugatan tersebut merupakan hak mereka, dan kalaupun mereka memiliki bukti-bukti yang sah, silahkan saja laporkan secara hukum,” kata dia.

Dengan adanya permasalahan ini, kata Juki, pihaknya merasa sangat terganggu dan dirugikan. “Sudah jelas sangat kami dirugikan, tetapi kami tidak akan melaporkan balik yang bersangkutan. Gak ada untungnya, masih banyak kerjaaan yang lebih penting dari itu kok,” katanya.(kia/ras)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here