Malang Nian! Disangka Terpapar Covid-19, Warga Urung Mengevakusi Jenazah Pria di Sumedang yang Meninggal Secara Mendadak

Ilustrasi seseorang meninggal dunia. Foto: Pinterest
Ilustrasi seseorang meninggal dunia. Foto: Pinterest

NOTIF.ID, SUMEDANG – Seorang pria bernama Yanto (60) warga Kampung Cilogang, Desa Buah Dua, Kecamatan Buah Dua, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, meninggal dunia secara mendadak di rumah milik Ade Sahama (60), tetangganya sendiri, Rabu 29 Juli 2020.

Meninggalnya pria paruh baya itu sontak membuat geger warga setempat. Terlebih dalam situasi pandemi Covid-19. Akibatnya, warga tidak berani mengevakuasi jenazah Yanto.

Ade Sahama menuturkan, Yanto memamg sudah biasa berkunjung ke rumahnya. Namun tidak seperti biasanya, Yanto tiba-tiba izin untuk ikut menginap di rumahnya, Selasa 28 Juli, malam.

“Yanto jarang sekali menginap, namun pas kemarin, Yanto menginap,” kata Ade kepada sejumlah wartawan, di sekitar kediamannya.

Baca Juga:   Olimpiade Tokyo 2020 Terancam Batal, PM Jepang Minta Warga Bersama-sama Perangi Virus Corona

Dengan meninggal secara mendadak, diakui Ade, pihaknya dan masyarakat sempat dibuat panik. Sebab, lanjut dia, dikhawatirkan Yanto meninggal akibat terpapar Covid-19.

“Warga tidak berani untuk mengevakuasi jenazahnya karena dikhawatirkan terpapar Covid-19,” ujar Ade seraya menyebut jenazah Yanto dievakuasi oleh pihak kepolisian dan petugas medis dari puskesmas dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap.

Ditambahkan Ade, awalnya Yanto datang ke rumahnya sekitar pukul 21.00 WIB. Biasanya, tambah Ade, dia bercerita jika ada sesuatu. Namun Selasa malam, Yanto tak banyak bicara dan langsung masuk kamar untuk beristirahat. Sementara Ade mengalah dan tidur di kursi ruang tamu.

“Saya cuma nanya apakah sedang ribut dengan istrinya dan Yanto membenarkan,” tuturnya.

Baca Juga:   Cegah Virus Corona, SD Negeri 139 Sukarasa Bandung Gelar Kegiatan Senam Cuci Tangan

“Sekitar pukul 05.30 WIB, saya berinisiatif untuk membangunkan Yanto untuk salat subuh. Tapi pas dilihat dia sudah dalam keadaan meninggal dunia,” tambah dia.

Ade mengatakan, saat akan dibangunkan wajah Yanto terlihat memucat. Tubuhnya pun sama sekali tidak bergerak. Kemudian, Ade memberi tahu warga jika Yanto telah meninggal di rumahnya.

“Warga juga enggak berani mengevakuasi. Akhirnya warga melapor ke polisi. Ya itu tadi, takutnya Yanto meninggal karena Covid-19,” kata dia.

Sementara itu, Kapolsek Buah Dua, AKP Sutrisno menuturkan, beradasarkan hasil pemeriksaan petugas medis dari Puskesmas Buah Dua, Yanto meninggal karena mengidap penyakit jantung.

“Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga juga bahwa Yanto memiliki riwayat menyakit jantung dan stroke ringan. Dua hari sebelum meninggal juga dia sempat berobat ke dokter, karena ada keluhan sakit dada,” ucap kapolsek.(kia/ras)

Baca Juga:   16 Orang Meninggal saat Banjir Menyergap Jabodetabek

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here