Pacira Jadi Percontohan Program Kredit Lunak BPR Kerta Raharja dalam Memerangi Lintah Darat

Kantor Pusat BPR Kerta Raharja. (Istimewa)

NOTIF.ID, KABUPATEN BANDUNG – BPR Kerta Raharja berkomitmen membantu masyarakat Kabupaten Bandung lepas dari jeratan rentenir. Komitmen ini dilakukan dengan menggandeng koperasi desa, BUMDes, dan PUK PNPM untuk mewujudkan program kredit lunak.

Direktur Kepatuhan BPR Kerta Raharja, Beni Subarsyah mengatakan jika BPR Kerta Raharja saat inj tengah menyiapkan kredit tersebut untuk masyarakat. Hal ini bertujuan agar masyarakat Kabupaten Bandung terbebas dari lintah darat.

“Teknisnya melalui desa, BUMDes, Koperasi, dan PUK PNPM. Bisa juga langsung menyasar ke warga yang membutuhkan kredit lunak,” kata Beni saat dihubungi, Rabu 22 Juli 2020.

Beni mengatakan, untuk persyaratannya, yakni memiliki tunggakan hutang ke bank emok atau rentenir, memiliki penghasilan ada kesanggupan untuk membayar cicilan.

“Ini sudah menjadi program Pak Bupati. Untuk tahap awal Pak Bupati mengucurkan dana sebesar Rp10 miliar,” kata dia.

Direktur Kepatuhan BPR Kerta Raharja, Beni Subarsyah.(ist)

Sebagai tahap awalnya, kata dia, Bank BPR Kerta Raharja akan menjalankan program itu di tiga kecamatan Kabupaten Bandung. Antara lain, Kecamatan Pasirjambu, Rancabali dan Ciwidey (Pacira).

Baca Juga:   Aktivitas Perbankan BPR Kerta Raharja Berjalan Normal Selama Pandemi, Ternyata Ini Rahasianya

“Tiga kecamatan ini menjadi proyek percontohan kami. Untuk masyarakat yang terlilit hutang oleh rentenir, atau yang membutuhkan bantuan keuangan, silahkan datang ke pemerintah desa setempat agar bisa difasilitasi,” katanya.

Kepala Desa Mekarsari Feri Januar Pribadi membenarkan jika BPR Kertaraharja sudah menggandeng Pemerintah Desa Mekarsari dalam rangka mengentaskan masalah pinjaman warganya ke rentenir.

Menurut Feri, pihak desa saat ini masih dalam proses mendata warganya yang terjerat hutang ke bank emok tersebut. Dirinya mengaku jika nantinya BPR Kertaraharja akan bersinergi dengan Koperasi Karyawan Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) Gambung untuk pemberian kredit lunak bagi korban rentenir.

“Masih dalam proses pembicaraan mencari formulanya dan seperti apa teknisnya nanti. Tujuannya agar koperasi tidak terbebani dan BPR Kertaraharja tidak merugi,” kata dia.

Baca Juga:   Curhatan Pedagang Pasar Sehat Cileunyi Tentang Lintah Darat yang Terus Mencari Mangsa Ditengah Wabah Covid-19

Pihak koperasi, kata dia, juga sudah mengambil persyaratan ke BPR Kerta Raharja untuk merealisasikan program tersebut. Kendati demikian, untuk merealisasikan progran tersebut pihak koperasi pada intinya sudah sangat siap.

“Koperasi dan BPR sudah siap. Sementara desa sekarang masih mendata. Karena akan diawali dengan yang kecil dulu. Setelah itu nanti seluruh masyarakat baru dilayani. Bertahap hingga semua tertanggulangi,” kata dia.

Feri menambahkan, setelah pendataan selesai, pada pelaksanaannya nanti koperasi yang akan menginventarisir menggunakan bantuan biaya dari BPR Kerta Raharja. Sistemnya, nanti akan di take over dari bank emok ke koperasi.

Sementara untuk teknisnya, kata dia, masih dalam tahap kajian. Terlebih akan ada sistem perbaikan dimana setiap nasabah harus mendapat rekomendasi dari desa saat meminta pengajuan ke lembaga keuangan.

Baca Juga:   Pembentukan Satgas Anti Rentenir Masih Dikaji Pemkab Sumedang

Selain itu, mengenai lembaga keuangan lain, pihak desa juga akan mewajibkan lembaga keuangan yang akan menagih uang untuk meminta rekomendasi ke desa terlebih dahulu.

“Di Mekarsari kan ada enam lembaga keuangan yang sudah masuk. Nah, nanti akan dibatasi. Setiap nasabah maksimal hanya boleh meminjam ke tiga lembaga. Pelan-pelan nantinya akan kami arahkan ke koperasi. Sehingga warga meninggalkan bank emok,” kata dia.

Menurut Feri, hal itu dilakukan agar nantinya secara perlahan masyarakat yang meminjam ke lembaga keuangan lain bisa diarahkan ke koperasi. Dimana dengan bantuan pembiayaan kredit lunak BPR Kerta Raharja  maka angsuran kreditnya lebih ringan.

“Kreditnya sangat ringan. Jasa BPR ke koperasi dibawah standar. Jadi meringankan masyarakat tentunya,” kata Feri.

Feri sendiri mengapresiasi respon BPR Kerta Raharja yang kini terbuka dan sangat membantu mengatasi permasalahan bank emok di desanya.(put/ell)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here