Akibat Pandemi Covid-19, Penjualan Hewan Kurban di Sumedang Menjelang Idul Adha Merosot Tajam

  • Whatsapp
Aktivitas di Pasar Hewan Tanjungsari, Sabtu 18 Juli 2020.(kiki andriana/notif.id)
Perkiraan waktu baca: < 1 menit

NOTIF.ID, SUMEDANG – Pandemi Covid-19 membuat para pedagang hewan kurban di Pasar Hewan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat mengeluh. Pasalnya, penjualan sapi untuk kurban tahun ini turun drastis jika dibandingkan tahun lalu.

Taufik Hidayat, penjual sapi di Pasar Hewan Tanjungsari mengatakan, jika dibandingkan dengan Idul Adha tahun lalu, penjualan hewan kurban tahun ini menurun hingga 50 persen.

Read More

“Menurunnya mencapai 50 persen. Penurunan daya beli hewan kurban ini merupakan dampak dari adanya pandemi Covid-19,” kata ditemui Notif, di Pasar Hewan Tanjungsari, Sabtu 18 Juli 2020.

Menurutnya, harga jual sapi pada Idul Adha 2019 lalu, mencapai Rp23 juta hingga Rp25 juta per ekornya. Tetapi, kata dia, untuk Idul Adha sekarang harga sapi hanya berkisar Rp18 juta hingga Rp20 juta.

Ia juga bercerita bahwa sejak terjadi Pandemi Covid-19 ini, penjualannya menurun sangat drastis. Begitu pula dengan pedagang hewan kurban lainnya.

“Pandemi Covid-19 ini membuat penjualan sapi untuk kurban pun menurun,” tuturnya.

Taufik menambahkan, pihaknya berharap pada saat mendekati Idul Adha penjualan bisa membaik.

“Mudah-mudahan, dan kami yakin untuk kedepannya bisa stabil lagi,” kata dia.

Ucapan senada dikatakan, Jaenudin, penjual kambing menuturkan, bahwa tahun ini permintaan hewan kurban, terutama kambing berkurang cukup drastis.

“Penurunannya mencapai 40 persen,” sebutnya.

Jaenudin menyebutkan, penurunan permintaan hewan kurban pada tahun ini diakibatkan adanya Covid-19.

“Kami berharap masalah Covid-19 ini segera selesai, agar ekonomi kembali stabil,” ujarnya.(kia/ras)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *