90 Persen Sektor Pariwisata Tak Berjalan Akibat Pandemi, Dede Yusuf: Pemerintah Programkan Dua Bantuan di Masa Recovery

Wakil Ketua Komisi X DPR RI yang juga Politisi Senior Partai Demokrat Dede Yusuf Macan Effendi.(dok./notif.id)

NOTIF.ID, KABUPATEN BANDUNG – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi mengungkapkan jika 90 persen sektor pariwisata di Indonesia habis atau tidak berjalan akibat terdampak pandemi Covid-19.

Komisi X DPR RI akhirnya mendorong pemerintah untuk memberikan dukungan dengan bentuk bantuan agar sektor pariwisata kembali menggeliat mulai awal tahun 2021.

“Kemenparekraf ini salah satu kementerian yang anggarannya akhirnya dipotong. Tujuannya agar bisa digunakan untuk recovery mengembalikan sektor ekonomi terutana di bidang pariwisata,” kata Dede Yusuf seusai menyalurkan bantuan kepada pelaku usaha di sektor pariwisata Kabupaten Bandung di Bumi Perkemahan Rancaupas, Rancabali, Sabtu 18 Juli 2020.

Dede menuturkan, pemerintah akhirnya menetapkan masa recovery atau pemulihan sektor pariwisata mulai Agustus hingga Desember 2020.

Baca Juga:   Kasus Covid-19 di Indonesia Hampir Tembus 10 Ribu Kasus, Ini Data Resminya

Sehingga, masa normal geliat pariwisata di Indonesia bisa dimulai pada Januari 2020. Di masa recovery, kata dia, ada dua program yang dijalankan pemerintah melalui Kemenparekaf guna menggerakkan dan membantu pelaku pariwisata.

Program pertama, kata Dede, adalah GerakanBISA (bersih, sehat, dan aman) yang memberdayakan pelaku pariwisata agar mendapat honor kerja selama masa recovery.

“Pelaku pariwisata ini akan bersih-bersih di lokasi wisata sampai nanti Desember. Mereka juga mendapat honor Rp230 ribu untuk dua hari. Bisa digunakan untuk menopang kehidupan di daerah yang wisatanya belum aktif,” kata dia.

Program kedua, lanjut Dede, adalah BALASA (bantuan lauk pauk siap saji). Untuk Kabupaten Bandung disiapkan 4.200 paket. Sementara untuk KBB ada 2.800 paket.

Baca Juga:   Akibat Pandemi Covid-19, Omset Usaha Konveksi Pakaian Jadi di Kabupaten Bandung Turun Drastis

“Kenapa lauk pauk siap saji? Karena awalnya kami usulkan sembako. Tapi ada problemantika perbedaan nomenklatur dengan Gugus Tugas Nasional,” kata dia.

Program BALASA ini, kata dia, disebar kepada para pelaku ekonomi kretaif yang tersebar di kabupaten/kota dan sudah terdaftar di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

“Ada juga yang mendaftar langsung ke kami. Jadi tidak melewati dinas. Jumlah totalnya ada lebih dari 200 paket BALASA selama masa recovery ini. Kalau kurang nanti bisa ditambah lagi,” pungkasnya.(put/ras)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here