Usman Sayogi Dicecar Puluhan Pertanyaan Terkait Dugaan Pelanggaran Kode Etik PNS

Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Bandung tengah mencecar sejumlah pertanyaan terkait dugaan pelanggaran kode etik PNS kepada Usman Sayogi, Kepala Bapenda Kabupaten Bandung, Rabu 15 Juli 2020.(ist)

NOTIF.ID, KABUPATEN BANDUNG – Kepala Bapenda Kabupaten Bandung, Usman Sayogi dicecar puluhan pertanyaan oleh Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Bandung, Rabu 15 Juli 2020, di Kantor Bawaslu Kabupaten Bandung.

Selama kurang lebih satu jam, Usman dicecar puluhan pertanyaan setelah Bawaslu memanggil dirinya untuk memberikan klarifikasi ihwal kedatangannya pada acara penyerahan SK rekomendasi calon bupati/wakil bupati Bandung di DPP Golkar, Jakarta, 11 Juli 2020.

Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Bandung, Komarudin menuturkan jika Usman menjawab semua pertanyaan yang diberikan untuk mengklarifikasi dugaan adanya pelanggaran kode etik PNS.

“Pak Usman sudah memberikan klarifikasinya terkait dugaan pelanggaran kode etik PNS. Beliau hadir dan alhamdulillah bersikap kooperatif,” kata Komarudin, Rabu 15 Juli 2020.

Komarudin menuturkan, Usman juga menyampaikan jika dirinya datang ke acara tersebut atas dasar undangan dan sudah mendapat izin dari pimpinannya. Terlebih, Usman juga sudah mengajukan pengunduran dirinya sebagai ASN.

Surat pengunduran dirinya sebagai ASN tertanggal 10 Juli 2020, atau sehari sebelum ia menghadiri penyerahan SK rekomendasi itu.

“Buktinya sudah ada. Suratnya ditunjukkan kepada kami. Dan bersangkutan mengakui memang hadir dan berada di sana (DPP Golkar),” kata dia.

Baca Juga:   Hasil Pengundian Nomor Urut Paslon Pilkada Bandung: Pasangan NU Nomor 1, Dahsyat Nomor 2, dan Bedas Nomor 3

Selain menanyai Usman, Komarudin juga mengaku sudah meminta keterangan kepada tiga orang saksi termasuk Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bandung, Wawan A Ridwan.

“Dari keterangan-keterangan yang kami dapatkan, setelah ini kami akan melakukan kajian yang akan kami bahas dalam rapat pleno yang hasil klarifikasinya akan kami rekomendasikan ke Komisi KASN,” katanya.

Komarudin mengimbau terkait dengan netralitas ASN. Sebab, dalam regulasi kode etik sangat ketat. Sebab fungsi ASN adalah sebagai perangkat negara yang berhubungan dengan masyarakat.

“Terlebih ASN masih diberi hak pilih. Tentunya ini bisa dijadikan alat atau kendaraan para pihak menginginkan perolehan suara cukup besar di kalangan ASN. Apalagi ASN memiliki cukup ruang untuk mensosisialisasikan ke masyarakat,” kata dia.

Ia berharap netralitas ASN harus dijaga. Sebab, jika nantinya ada oenetapan pasangan calon Pilkada Kabupaten Bandung, dan ASN ikut berkampanye maka tidak hanya kode etik yang akan dikenakan. Bisa saja ASN dikenai sanksi pidana.

Sebelumnya diberitakan, Usman Sayogi mengaku menghadiri undangan dari DPP Golkar untuk menerima SK rekomendasi calon bupati/wakil bupati Bandung.

Baca Juga:   Sah! Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan Dapat Dukungan dari Partai Demokrat di Pilbup Bandung 2020

Usman pun cukup terkejut. Sebab, ia justru mendapat rekomendasi dari Partai Golkar untuk mendampingi Kurnia Agustina Naser di Pilkada Kabupaten Bandung.

“Saya tidak pernah mengajukan diri dan mendaftarkan diri. Makanya rekomendasi ini saya anggap apresiasi dari Partai Golkar. Terlebih ini baru sifat rekomendasi. Bisa jadi berubah sewaktu-waktu,” kata dia.

Usman Sayogi juga masih mempertimbangkan secara matang tiket dari Partai Golkar untuk mendampingi Kurnia Agustina Naser maju di kontestasi Pilkada Kabupaten Bandung pada 9 Desember 2020 mendatang.

“Masih perlu saya pertimbangkan. Apakah saya akan tetap jadi ASN karena masih ada lima tahun lagi, atau memilih tawaran dari Partai Golkar sebagai bentuk apresiasi kepada saya,” kata Usman di Soreang, Senin 13 Juli 2020.

Usman menyebut masalah teknis dan keputusan ada ditangan DPP Partai Golkar. Kendati demikian, ia akan merelakan tawaran jadi calon wakil bupati jika ada figur lain yang dinilai lebih kompeten darinya.

“Kalau ada yang lebih kompeten, saya merelakannya. Toh, saya dari awal juga tidak mengajukan diri. Hanya ditawari dan ditunjuk,” kata dia.

Baca Juga:   Terbongkar! Ternyata Begini Rencana dan Target Usman Sayogi Mengikuti Pilbup Bandung 2020

Selain itu, Usman juga sudah berbicara empat mata dengan Bupati Bandung Dadang M Naser selaku pimpinannya di Pemkab Bandung. Terlebih Dadang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung.

“Saya sudah bicarakan ini. Dan meminta beliau memikirkan secara matang memberikan kepercayaan kepada saya. Jangan sampai kehadiran saya justru jadi beban politik,” ujarnya.

Namun, jika memang Dadang M Naser atau bahkan DPP Partai Golkar memintanya terus mendampingi Kurnia Agustina Naser, maka Usman mengaku siap.

“Saya juga siap untuk mengundurkan diri sebagai ASN. Saya siap dampingi Teh Nia jika memang diminta,” katanya.

Usman pun mengaku jika awalnya keluarga besarnya tidak mengizinkan dirinya ikut berkontestasi di Pilkada Kabupaten Bandung. Namun setelah diyakinkan, akhirnya keluarga besarnya merestui, termasuk ibundanya.

“Saya yakinkan, bahwa ini kepercayaan masyarakat, ini pengabdian, perjuangan dan panggilan untuk memajukan Kabupaten Bandung. Selama itu jadi sebuah pengabdian saya akan jalani. Baik jadi ASN, atau di jabatan lainnya,” kata dia.(put/ell)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here