Unpad Gelar Rapid Test Massal, 4 Orang Panitia dan 1 Peserta UTBK Asal Sumedang Reaktif Covid-19 

Dinas Kesehatan Jawa Barat menggelar rapid test massal, di Kampus Universitas Padjajaran, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu 11 Juli 2020.(kiki andriana/notif.id)

NOTIF.ID, SUMEDANG – Universitas Padjajaran (Unpad) menggandeng Dinkes Jawa Barat menggelar Rapid test massal, di Kampus Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu 11 Juli 2020. Tercatat ada 4 orang panitia dan 1 peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang dinyatakan reaktif usai menjalani rapid test.

Ketua Satuan Tugas Covid-19 Unpad, Setiawan mengatakan, pelaksanaan rapid test massal ini merupakan bagian kegiatan dari Gugus Tugas Covid Jabar dalam kaitan UTBK.

“Dari 161 orang yang mengikuti rapid test massal, terdapat 5 orang di antaranya dinyatakan reaktif. Kelima orang tersebut, yaitu 4 orang panitia UTBK Unpad domisili Kota Bandung, dan 1 peserta UTBK berdomisili Sumedang,” kata ditemui Notif, di lokasi.

Baca Juga:   Mau Tahu Kondisi Kesehatanmu Ditengah Pandemi COVID-19? Kamu Cukup Buka Aplikasi AMARI Ini

Kelima orang tersebut, menurut Setiawan, akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR).

“Test PCR akan direncanakan pada Senin 13 Juli 2020, di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Bandung,” kata dia.

Menurutnya, meski hasil rapid test tersebut tidak definitif, tetapi pihaknya telah meminta kelima orang tersebut untuk segera beristirahat dan melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing. Selain itu kelima orang tersebut diimbau untuk selalu menggunakan masker.

“Hal ini untuk mengantisipasi jangan sampai nanti hasilnya positif. Kami sudah mencegahnya dari sekarang,” katanya.

Ditambahkan Setiawan, pihaknya menyebutkan tidak semua peserta UTBK Unpad yang di rapid test. Sebab, ada keterbatasan dari jumlah yang bisa diperiksa. Namun dirinya mengaku sudah melakukan tes secara random yang hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga:   Gagal Menjambret, Pemuda Asal Jatinangor Ini Jadi Amukan Massa

“Kami telah lebihkan dari jumlah yang seharusnya, karena tes ini tidak bisa dipaksakan dan tidak bisa diwajibkan kepada peserta,” katanya.

Dikatakan Setiawan, sebelum melakukan ra[id test, ia juga mengaku telah memberikan informasi terlebih dahulu kepada peserta serta memberikan informasi tentang manfaat dan risiko rapid test.

“Hak peserta untuk menentukan ikut test rapid atau tidak. Ada sebagian tidak bersedia dilakukan rapid test karena berbagai alasan,” tuturnya.(kia/ell)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here