Kapal Induk Nimitz dan Ronald Reagan Milik AS Transit di Laut China Selatan

Pasukan Pembawa Nimitz, yang terdiri dari kapal induk USS Nimitz dan USS Ronald Reagan dan pengawalnya melakukan operasi di Laut China Selatan, 6 JUli 2020. (Foto: U.S. Navy/CNN)

NOTIF.ID, HONG KONG – Kapal induk kelas Nimitz USS Nimitz dan Ronald Reagan milik Amerika Serikat (AS) transit di Laut China Selatan, yang hampir semuanya diklaim China sebagai wilayahnya.

Dilansir dari CNN, 8 July 2020 disebutkan, bahwa pengerahan angkatan laut AS ke Laut China Selatan, merupakan langkah AS untuk menggarisbawahi komitmen Angkatan Laut AS terhadap Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.

Hal tersebut dikatakan oleh Laksamana Wikoff dan Laksamana James Kirk, komandan Carrier Strike Group 11 pada Rabu.

“Jika ada negara yang memiliki klaim berlebihan, kami akan menantang itu,”ucap Kirk.

Menanggapi hal tersebut, Beijing pada Senin menyebutkan bahwa kehadiran AS di kawasan itu sebagai tindakan yang dapat memicu pertikaian antar kedua negara.

Baca Juga:   Satu Juta Pengunjuk Rasa Desak Pemerintah Hongkong Batalkan RUU Ekstradisi

“Tindakan AS itu dimaksudkan untuk mendorong pertikaian antar negara, mempromosikan militerisasi di Laut China Selatan, dan merusak perdamaian dan stabilitas di Laut Cina Selatan,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian pada sebuah taklimat.

Dari laporan Global Times, Beijing menyebut kapal induk AS “tidak lebih dari macan kertas di depan pintu China” dan mengatakan Beijing memiliki lebih dari cukup senjata untuk mempertahankan posisinya di Laut China Selatan.

“Laut China Selatan sepenuhnya berada dalam genggaman Chinese People’s Liberation Army (PLA), dan setiap pergerakan kapal induk AS di wilayah tersebut diawasi dengan ketat dan dibidik oleh PLA, yang memiliki berbagai macam senjata pembawa anti-pesawat seperti DF-21D dan DF-26, yang keduanya dianggap sebagai rudal ‘pembunuh kapal induk’,”tulis laporan Global Times.

Dalam laporan Global Times disebutkan, bahwa “Setiap gerakan kapal induk AS di kawasan itu merupakan kesenangan bagi PLA,” beserta dengan sematan gambar-gambar rudal Tiongkok.

Baca Juga:   Untuk Evakuasi WNI di Wuhan, Pemerintah Gunakan Pesawat Airbus A330 Milik Lion Air

Menanggapi tanggapan tersebut, Angkatan Laut AS dengan cepat merespon bahwa operasi dua kapal induk tersebut merupakan latihan rutin di Laut China Selatan.

“Namun, mereka ada di sana. Dua kapal induk Angkatan Laut Amerika Serikat yang beroperasi di perairan internasional Laut China Selatan.
Untuk semua retorika berbasis web, kedua laksamana mengatakan operasi mereka di Laut China Selatan adalah rutin.”

Menurut Analis, Carl Schuster, mantan direktur operasi di Pusat Intelijen Gabungan Komando Pasifik AS mengatakan, latihan dua kapal induk di Laut China Selatan dirancang untuk mengirim pesan kepada Beijing.

“Angkatan Laut AS kembali mengikuti aktivitas berkurang yang didorong oleh Covid-19,” kata Schuster.

Baca Juga:   Buntut Bentrokan India-China, Warga di India Teriakan Slogan Anti-Beijing dan Bakar Foto Presiden Xi Jinping

Walaupun, menurut Kirk pula mengatakan, bahwa kapal perang Tiongkok memang memantau latihan AS. tetapi, operasinya profesional dan aman.

“Kami tentu saja melihat Angkatan Laut PLA dan mereka melihat kami,” jelas Kirk. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here