Gugus Tugas Sumedang Imbau Warganya Tetap Ikuti Protokol Kesehatan COVID-19

ilustrasi new normal.(shutterstock)

NOTIF.ID, SUMEDANG – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, terus bergerak mengajak warga di kabupaten tersebut untuk berdisiplin menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sumedang, Iwa Kuswaeri mengatakan, masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) bukan berarti kembali ke masa lalu ketika pandemi Covid-19 belum menyebar. Tetapi, ujar Iwa, AKB berarti menjalankan aktivitas sehari-hari dengan gaya hidup baru sesuai protokol kesehatan Covid-19.

“Hal ini untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19,”tutur Iwa Kuswaeri via pesan singkat, Rabu 1 Juli 2020.

Lebih lanjut, Iwa mengatakan, terhitung mulai pada 12 Mei 2020 hingga 1 Juli 2020, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang telah melaksanakan swab tes secara masif terhadap 796 orang, dan telah melaksanakan rapid test terhadap 3.638 orang, dan 108 orang diantaranya telah melakukan rapid test ulang.

Baca Juga:   Kecelakaan Beruntun di Sumedang, Seorang Tewas dan 4 Lainnya Alami Luka Berat

Kemudian, kata Iwa, sebanyak 282 orang telah menjalani swab test di RSUD Sumedang, 105 orang diantaranya telah melakukan swab test ulang, dan 2.578 orang telah menjalani rapid test, dan 103 orang telah menjalani rapid test ulang.

“Hingga saat ini, total ada 13 kasus positif Covid-19 di Sumedang, 10 orang sudah sembuh, 3 orang masih menjalani parawatan dan isolasi di RSUD Sumedang, dan 1 orang dalam pemantauan (PDP) reaktif berdasarkan hasil rapid test,”katanya.

Menurut Iwa, Covid-19 bukanlah sebuah aib. Meski begitu, kata dia, jika ada masyarakat yang memiliki gejala Covid-19 dan memiliki riwayat kunjungan ke zona merah Covid-19 dihimbau untuk bersikap jujur kepada petugas kesehatan saat memeriksakan diri dan tetap mematuhi protokol Covid-19.

Baca Juga:   Akibat Status Pandemi COVID-19, Observatorium Bosscha Ditutup

“Keberhasilan menekan angka infeksi Covid-19, ditentukan oleh dukungan dari semua pihak pada masa adaptasi kebiasaan baru (AKB),”ujar Iwa.

Di era AKB ini, ditambahkan Iwa, masyarakat untuk selalu ingat STMJ, yakni, Wingkat, Tak bersentuhan, Masker, dan Jaga jarak. Selain itu, kata dia, masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas berlama-lama lebih dari yang diperlukan, tidak bersentuhan dengan orang lain maupun menyentuh hal-hal yang sering disentuh orang.

“Masyarakat diimbau untuk tetap menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menjaga imunitas tubuh dengan selalu makan makanan bergizi, berolahraga teratur, penuhi kebutuhan minum air putih setiap hari dan minum vitamin,”kata dia. (kia/ell)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here