Pelaku Penganiayaan Petugas Parkir RSUD Al Ihsan Hingga Jarinya Terputus Ditembak Polisi

  • Whatsapp
Kapolresta Bandung, Kombes Pol Hendra Kurniawan saat helar perkara di Mapolresta Bandung, Senin 29 Juni 2020, menunjukkan sebuah parang yang digunakan pelaku untuk menganiaya petugas parkir RSUD Al Ihsan.(notif.id)
Perkiraan waktu baca: 2 menit

NOTIF.ID, KABUPATEN BANDUNG – AS dan A harus meringkuk di balik jeruji besi tahanan Mapolresta Bandung setelah menganiaya petugas parkir RSUD Al Ihsan Kabupaten Bandung hingga tiga jari korban putus.

Penganiayaan kepada petugas parkir RSUD Al Ihsan tersebut dipicu akibat kedua pelaku yang nekat tidak membayar parkir dan mencoba menerobos palang pintu parkir. Namun, saat palang pintu parkir tersebut tertutup justru mengenai salah satu pelaku yang berusaha kabur dan tidak membayar parkir.

Read More

Kapolresta Bandung, Kombes Pol Hendra Kurniawan menuturkan, kedua pelaku yanh berboncengan dengan sepeda motor itu datang ke RSUD Al Ihsan bersama rekannya.

“Total ada tiga motor. Namun hanya satu yang membayar parkir. Yang dua motor tidak. Yang dua dua motor ini mencoba menerobos, tapi palang pintu tertutup saat motor ketiga yang dikendarai pelaku melintas. Jadi mengenai salah satu pelaku,” kata Hendra kepada wartawan di Mapolresta Bandung, Senin 29 Juni 2020.

Akibatnya, kata dia, saat palang pintu yang terbuat dari besi tertutup menyebabkan pelaku terjatuh. Sontak, kata dia, pelaku geram dan mengejar korban.

Saat kejadian, ada beberapa mobil yang ikut mengantre. Ia menyebut salah satu pelaku penganiayaan yang menumpang di salah satu mobil yang tengah mengantre.

“Yang kami amankan ada dua orang. Mereka yang menganiaya petugas parkir hingga jari tangannya putus,” kata dia.

Senjata tajam yang digunakan untuk menganiaya korban, lanjut dia, memang sudah ada dan disimpan di mobil yang ditumpangi pelaku. Saat pelaku yang menggunakan motor marah dan mengejar korban, pelaku yang ada di dalam mobil ikut turun dan menganiaya korban dengan senjata tajam.

“Dari rekaman CCTV yang beredar pelaku tidak hanya dua orang yang melakukan penganiayaan. Maka dari itu masih bisa ada penambahan tersangka. Tapi kami masih mendalami dan terus melakukan penyelidikan. Siapa-siapa saja yang ikut terlibat,” kata dia.

Menurut Hendra, setelah rekaman CCTV viral, para pelaku melarikan diri ke wilayah Cidaun, Kabupaten Cianjur. Petugas pun melakukan pengejaran.

“Saat akan ditangkap mereka melawan. Akhirnya petugas menembak kaki mereka,” kata dia.

Hendra menuturkan, dua pelaku penganiayaan yang berhasil diamankan dijerat pasal 170 KUHPidana ayat 2 dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.(put/ras)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *