Tempuh Jalur Diplomasi Redam Konflik, Pasukan India- China Tetap Disiagakan di Perbatasan Kedua Negara

India dan China untuk pertama kalinya berpatroli di Ekor Ikan-II, salah satu dari 13 wilayah yang disengketakan di sepanjang Garis Kontrol Aktual (LAC) di Arunachal Pradesh, India tenggara. (Foto: Hindustantimes)

NOTIF.ID, INDIA – Usai tragedi bentrokan kedua negara (India-China) di kawasan perbatasan dekat Himalaya, Lembah Galwan. India mengklaim bahwa kekuatan militer India dapat mengimbangi kekuatan militer China di perbatasan yang dipersengketakan.

Sebelumnya, bentrokan antara India-China di perbatasan Himalaya terjadi ketika China menyebut tiga tentara India melewati perbatasan di Lembah Galwan, daerah Aksai-Chin-Ladakh yang disengketakan kedua negara.

Pihak China menyatakan, bahwa tentara India melintasi area perbatasan hingga dua kali, pada Senin, 15 Juni 2020. Beijing menyebutkan, tentara India melakukan provokasi dan menyerang tentara China hingga mengakibatkan bentrokan fisik yang tidak terhindarkan antara pasukan di daerah perbatasan.

Dilansir dari CNNIndonesia, yang dikutip dari AFP. Menurut Juru bicara Kementerian Luar Negeri India, Anurag Srivastava dalam jumpa pers di New Delhi, pada Kamis 25 Juni 2020. Menyebutkan, meski kedua negara terus melanjutkan komunikasi diplomatik untuk meredam konflik.

Baca Juga:   Kontroversi CAA, Ratusan Korban Jiwa Terus Bertambah pada Kerusuhan di Delhi India

Namun baik India dan China, “sama-sama terus mengerahkan pasukan bersenjata dalam jumlah besar ke perbatasan,” ungkapnya.

Srivastava pun tak sungkan-sungkan menyalahkan China atas ketegangan yang masih berlanjut di perbatasan itu, lantaran pihak militer China terus menambah pasukannya di perbatasan kedua negara yang disepakati dalam perjanjian Line of Actual Control (LAC).

“Inti masalahnya adalah bahwa sejak awal Mei, pihak China terus mengumpulkan kontingen besar pasukan dan persenjataan di sepanjang daerah LAC,”

“Meskipun ada beberapa pergerakan di masa lalu, tindakan pasukan China kali ini telah mengabaikan semua norma yang disepakati bersama. India harus melakukan pengerahan pasukan juga (ke perbatasan) karena manuver China ini,” kata Srivastava.

Baca Juga:   TNI AU Terbangkan Pesawat Hercules, Ambil Logistik Kesehatan Penanganan Corona di Indonesia

Dirinya pun menegaskan, bahwa tindakan China di wilayah LAC menyebabkan pertikaian mematikan antara militer kedua negara pada bulan Juni 2020 ini. Ia bahkan menuduh China melanggar perjanjian LAC karena menghalangi militer India yang sedang berpatroli di wilayah itu.

Menurutnya, militer China telah membangun sejumlah struktur di wilayah LAC bagian India di Lembah Galwan.

“Perdamaian dan ketenangan di daerah perbatasan ini adalah dasar dari hubungan bilateral kedua negara. Jika situasi seperti ini terus berlanjut hanya akan merusak suasana untuk pengembangan relasi kedua negara,” ucap Srivastava. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here