Geger Lahirnya Kambing Bermata Satu di Sumedang, Warga: Jangan-jangan Pertanda Buruk

Foto kambing bermata satu yang lahir di Kampung Burujul, Desa Cigentur, Kecamatan Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang. Tak lama setelah lahir, kambing itu mati.(ist)

NOTIF.ID, SUMEDANG – Warga Kampung Burujul RT 3/3, Desa Cigentur, Kecamatan Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang digemparkan dengan kelahiran seekor kambing bermata satu.

Kambing bermata satu itu lahir pada Selasa 23 Juni 2020. Adanya kabar kambing bermata satu itu juga sempat menggegerkan jagat media sosial. Sebab, foto kambing dengan satu mata berada di tengah kepala.

Beredarnya foto kambing bermata satu dengan bulu kepala berwarna hitam dan bulu tubuh berwarna putih itu juga sempat menghebohkan warganet.

Banyak warganet yang menganggap bahwa lahirnya kambing tersebut dikait-kaitkan sebagai pertanda buruk. Tapi banyak juga yang menganggap jika lahirnya kambing tersebut karena ada kelainan genetika.

Asep Somantri (38) warga Tanjungkerta menganggap kelahiran kambing bermata satu adalah fenomena aneh. Sebab, kata dia, di Sumedang baru kali ini ada kambing lahir dengan hanya bermata satu.

Baca Juga:   Dua Rumah Semi Permanen di Sumedang Ludes Terbakar, Api Berasal dari Obat Nyamuk Bakar yang Membakar Kasur

“Aneh saja. Jangan-jangan pertanda buruk. Baru kali ini soalnya ada kambing lahir dengan mata satu,” kata Asep kepada Notif, Ranu 24 Juni 2020.

Berbeda dengan Acep, Siti Maesaroh (36) warga Desa Cipacing, Kecamatan Jatinangor yang sempat mendapat adanya kabar tersebut dari unggahan di Facebook mengatakan bahwa kelahiran kambing tersebut tak terlepas dari kuasa Allah.

“Ini kehendak Allah. Tapi bukan kali ini saja kan ada kejadian hewan lahir dengan mata satu di dunia. Mungkin kelainan genetika. Dulu juga semlat ada kan ayam dengan jumlah kaki empat atau ular berkepala dua,” kata dia.

Sementara itu Cucu Sunarya (55) menuturkan jika kambing tersebut kini telah mati. Matinya kambing itu tak berselang lama setelah dilahirkan.

Baca Juga:   Pengusaha Batik di Sumedang Banting Stir Jadi Pembuat Masker Agar Pegawainya Tak Menganggur

“Sudah mati kambingnya enggak lama setelah lahir,” kata Cucu warga setempat yang juga anggota Koramil Tanjungkerta keada Notif via sambungan telepon.

Menurut Cucu, kambing tersebut lahir dengan berat 1 kilogram. Kambing tersebut lahir dari induk kambing yang diurus oleh Pipih. Sementara pemilik induk kambing bernama Suryati.

“Kemarin lahir pukul 11.00 WIB. Tapi mati sekitar pukul 14.30 WIB,” kata dia.

Cucu pun meminta agar lahirnya kambing bermata satu tersebut tak menjadi bahan gunjingan atau bahkan dikait-kaitkan dengan hal-hal mistis atau yang lainnya. Sebab, ia meyakini jika lahirnya kambing tersebut adalah murni kelainan genetika.

“Ini kelainan genetika. Sudah banyak contoh kasusnya. Jangan dikait-kaitkan dengan hal-hal yang aneh yang bisa menimbulkan keresahan warga,” katanya.(kia/ras)

Baca Juga:   Polisi Ringkus Tiga Pelaku Curanmor yang Kerap Beraksi di Sumedang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here