Bertambahnya Kasus Corona Baru di Beijing, China Stop Impor Daging Unggas AS dan Tutup Pabrik PepsiCo

Wabah virus ditemukan di salah satu fasilitas produksi Tyson Foods. (Foto: NYTIMES)

NOTIF.ID, CHINA – Adanya laporan 22 kasus virus Corona baru di Ibukota China, Beijing. Pemerintah China dengan tegas melarang impor produsen daging unggas dari Amerika Serikat dan menghentikan pabrik PepsiCo, pada Minggu kemarin, 21 Juni 2020.

Pejabat kesehatan China yang berwenang menekan produksi dan distribusi makanan di tengah cluster virus corona baru di ibukota, telah menguji lebih dari dua juta penduduk ketika mereka berusaha menahan gelombang infeksi baru yang terkait dengan pasar grosir di Beijing.

Dilansir dari Straitstimes.com, yang dikutip dari AFP, mereka menyatakan, bahwa impor ayam beku dari perusahaan Tyson Foods “ditangguhkan sementara”.

Administrasi Umum Kepabeanan mengatakan, hal itu terpaksa dilakukan setelah diketahui wabah virus ditemukan di salah satu fasilitas produksi perusahaan di Amerika Serikat.

Baca Juga:   Tak Cukup Kata Maaf, Jaksa Penuntut Masih Curigai Pewaris Kerajaan Samsung Lakukan Pelanggaran

“Produk dari perusahaan yang telah tiba di China akan disita,” kata pernyataan itu.

“Raksasa makanan dan minuman AS, PepsiCo juga diperintahkan untuk menutup salah satu pabrik pembuat makanan ringan di Beijing setelah beberapa karyawannya dinyatakan positif,” ucap juru bicara perusahaan Fan Zhimin.

Dia pun menambahkan, 87 kontak dekat telah dilacak dan dikarantina. Dilaporkan, lebih dari 220 orang sejauh ini dinyatakan positif dari kluster Beijing baru yang telah ditelusuri dari papan pemotongan yang digunakan untuk menangani salmon impor di pasar Xinfadi kota.

Diketahui, pasar Xinfadi kota memasok lebih dari 70 persen produk segar Beijing, dan kini telah ditutup. Tak hanya itu, Pejabat berwenang, pada hari Jumat lalu, memerintahkan agar warga membuang makanan laut beku dan produk kacang yang dibeli di sana.

Baca Juga:   Pesawat Ukraina Boeing 737, Dituding AS dan Kanada Jatuh Ditembak Rudal Iran

Mereka pun mengumumkan kampanye nasional untuk memeriksa semua produk segar yang berasal dari “negara-negara berisiko tinggi” menyusul laporan cluster virus baru di pabrik di Jerman dan AS.

Pihak berwenang menargetkan mereka yang bekerja di restoran, supermarket, pasar dan kurir pengiriman makanan untuk pengujian, menurut Gao Xiaojun dari Komisi Kesehatan Kota Beijing.

Lusinan komunitas juga telah ditutup di kota untuk menahan penyebaran, dengan penduduk diberitahu untuk menghindari perjalanan yang tidak penting dan sekolah ditutup.

Kini, pihak berwenang tengah melakukan tes dalam batch, menurut Gao, memungkinkan mereka untuk memproses hingga satu juta per hari.

Infeksi baru yang dilaporkan hari Minggu termasuk seorang perawat – petugas kesehatan pertama yang dites positif sejak kemunculan kembali virus tersebut lebih dari seminggu yang lalu.

Baca Juga:   Kasus COVID-19 di Indonesia Bertambah, China Malah Sudah Temukan Obat Penawarnya

Kepala ahli epidemiologi di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China mengatakan, bahwa wabah baru telah “dikendalikan”, tetapi Beijing masih akan melihat kasus-kasus baru.

Wabah juga telah menyebar ke Tongzhou, pusat administrasi di Beijing di mana kantor-kantor pemerintah utama berada, kata para pejabat kesehatan, Minggu.

Infeksi yang dibawa oleh warga negara Tiongkok yang pulang ke rumah telah menyumbang sebagian besar kasus baru-baru ini sampai cluster Beijing. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here