Kadinkes Kabupaten Bandung Meluruskan Jika Tidak Ada ASN di Pemkab Bandung yang Positif Covid-19

  • Whatsapp
Kadinkes Kabupaten Bandung, Grace Mediana.(ist)
Perkiraan waktu baca: 2 menit

NOTIF.ID, KABUPATEN BANDUNG – Kesalahpahaman terkait pemberitaan yang mengatakan adanya 30 aparatur sipil negara (ASN) yang terkonfirmasi positif Covid-19 di lingkungan Pemkab Bandung akhirnya diluruskan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Bandung Grace Mediana Purnami.

Grace menyebut jika 30 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 itu bukan yang berprofesi sebagai ASN. Ia menjelaskan Dinkes Kabupaten Bandung telah melakukan Rapid Diagnostic Test (RDT) terhadap sebanyak 7.559 peserta, termasuk di dalamnya ASN Pemkab Bandung. Uji RDT tersebut dilakukan dengan rentang waktu mulai Maret hingga Juni 2020.

Read More

Dari seluruh peserta RDT, diketahui sebanyak 341 peserta reaktif. Reaktif dari hasil RDT, kata dia, belum tentu bisa dikatakan terkonfirmasi positif. Oleh karena itu, harus dilakukan Polymerase Chain Reaction (PCR) atau yang lebih dikenal dengan swab test.

“Setelah kami lakukan swab test terhadap 341 peserta reaktif RDT, pada rentang waktu pemeriksaan Maret hingga 19 Juni 2020 kemarin, sebanyak 30 hasilnya positif. Dan Alhamdulillah, tidak ada yang profesinya ASN,” ujar Kadinkes di Soreang, Sabtu 20 Juni 2020.

Dari 30 kasus positif hasil swab test itu, sebanyak 26 peserta merupakan warga Kabupaten Bandung, sementara 4 lainnya dari luar Kabupaten Bandung.

Bersama Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bandung, pihaknya terus mencari potensi kasus covid-19 di pusat-pusat keramaian. “Kami sudah melakukan RDT di 5 pasar, yaitu Baleendah, Majalaya, Banjaran, Ciwidey dan Soreang. Alhamdulillah, setelah kami lakukan swab test, peserta RDT reaktif tidak terkonfirmasi positif,” bebernya.

Grace menambahkan, sepanjang pelaksanaan RDT di kelima pasar itu, tidak terjadi penolakan dari para pedagang. Sebelumnya, dibantu aparat kewilayahan setempat, pihaknya telah melakukan sosialisasi.

Minggu depan, kata dia, dirinya berencana melanjutkan kegiatan RDT di pasar lainnya, seperti Pangalengan, Rancaekek dan Cicalengka. Namun upaya kami mencegah penyebaran covid-19 ini, akan sia-sia bila tidak ada kesadaran dari warga.

“Untuk itu, kami mengimbau masyarakat agar berdisiplin menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid-19. Yaitu memakai masker, sering cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer setelah beraktifitas, dan menjaga jarak saat berinteraksi sosial,” katanya.

Kaus Covid-19 di Kabupaten Bandung hingga Jumat 19 Juni 2020, kata dia, terdapat 93 kasus positif, 5 di antaranya meninggal, 74 sembuh dan 14 kasus masih dalam penanganan.

“Untuk penularan lokal sendiri hanya 7 orang, kebanyakan penularan dari luar wilayah Kabupaten Bandung. Ada juga warga Kabupaten Bandung yang bekerja di luar wilayah dan terkonfirmasi positif,” pungkasnya.(put/ell)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *