Buntut Bentrokan India-China, Warga di India Teriakan Slogan Anti-Beijing dan Bakar Foto Presiden Xi Jinping

Sejumlah warga di India membakar foto Presiden China Xi Jinping menyusul ketegangan kedua negara dalam beberapa hari terakhir. (Foto: Ajit Solanki/AP via Detik.net)

NOTIF.ID, INDIA – Sejumlah warga di India lakukan aksi protes dengan cara membakar foto Presiden China, Xi Jinping serta meneriakkan slogan anti-Beijing.

Diketahui, ketegangan antara India dan China terjadi setelah  kedua militer terlibat bentrok di perbatasan dekat Himalaya, Lembah Galwan, pada Selasa, 16 Juni 2020.

Dilansir dari CNNIndonesia, sejumlah kritik sentimen anti-China pun meluas di kalangan masyarakat India.

Dilaporkan, sekelompok warga di Kota Kanpur, India di utara menggelar upacara pemakaman tiruan bagi Presiden China, Xi Jinping dan membakar fotonya. Sementara itu, warga di Cuttack, timur India, membakar patung Xi dan bendera China.

Tak hanya itu, masyarakat India lainnya di Kota Surat, barat India, melempari sejumlah televisi buatan China ke tanah dan menginjak-injaknya dalam sebuah unjuk rasa anti-China.

Baca Juga:   Takut Virus Corona, Kim Jong Un Larang Turis Mancanegara Berwisata ke Korut

Partai nasionalis garis keras, Bharatiya Janata yang memiliki hubungan dekat dengan Perdana Menteri Narendra Modi bahkan menyerukan untuk memboikot produk China.

Mereka pun mendesak perusahaan dan pemerintah India untuk membatalkan kontrak dengan perusahaan-perusahaan China.

Dikutip The Straits Times, pada Jumat, 19 Juni 2020, Menteri Urusan Makanan dan Konsumen India, Ram Vilas Paswan, melontarkan seruan untuk memboikot produk China.

“Dalam situasi seperti ini, isu China tidak boleh dianggap remeh. Dalam banyak kasus mungkin ada investasi dan modal yang berasal dari uang China. Dan dalam kehidupan sehari-hari kita selalu menjumpai produk China, kita tentu harus memastikan bahwa kita menghindari produk-produk China,” ucapnya.

Baca Juga:   PM Shinzo Abe Deklarasikan Darurat Nasional COVID-19 di Jepang

sebagai informasi, akibat bentrokan yang terjadi antara kedua negara tersebut, dilaporkan telah memakan korban jiwa sebanyak 20 tentara India dan puluhan lainnya terluka.

Salah satu tentara yang tewas merupakan Kolonel B Santosh Babu, salah satu anggota militer senior India. Dalam proses pemakamannya di Suryapet, selatan India. Sejumlah warga pun mengenang jasa Santosh Babu dan meneriakkan “Kemenangan bagi India”.

Sedangkan pihak China sendiri tak merinci secara detail jumlah tentara mereka yang menjadi korban dalam insiden di perbatasan tersebut.

Bentrokan di perbatasan Himalaya bermula ketika China menyebut tiga tentara India melewati perbatasan di Lembah Galwan, daerah Aksai-Chin-Ladakh yang disengketakan kedua negara pada awal pekan ini.

Baca Juga:   Fenomena Puting Beliung di Singapura, Viral Diabadikan di Media Sosial Sabtu Ini

Pihak China menyebut, bahwa tentara India telah melintasi area perbatasan hingga dua kali pada Senin, 15 Juni 2020.

Pihak Beijing pun menyebutkan, bahwa tentara India telah melakukan provokasi dan menyerang tentara China hingga mengakibatkan bentrokan fisik yang tidak dapat terhindarkan diantara kedua pasukan perbatasan.

Meski kini kedua negara sepakat berdamai dalam menyelesaikan sengketa di perbatasan. Namun, kedua negara tetap menyiagakan militernya di Lembah Galwan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here