Kawal Pemilu Presiden AS 2020, Facebook Berjanji Akan Memblokir Iklan Media Asing

kepala eksekutif Facebook, Mark Zuckerberg. (Foto: Kenzo TRIBOUILLARD/AFP)

NOTIF.ID, AMERIKA SERIKAT – Menjelang masa pemilihan Presiden di Amerika Serikat (AS) 2020, Perusahaan Raksasa Sosial Media Facebook akan memblokir iklan dari media negara asing, serta memungkinkan para penggunanya untuk menyembunyikan semua pesan politik berbayar.

Langkah tersebut sengaja dilakukan oleh Facebook karena banyaknya tekanan dan kritikan yang dianggap menutup mata terhadap campur tangan asing dalam pemilihan Presiden AS pada 2016 lalu.

Zuckerberg memang telah dikritik habis-habisan karena keputusan perusahaannya yang pada saat itu tidak memoderasi jabatan kontroversial. Kecurigaan pun semakin besar karena tuduhan lepas tangan Facebook terhadap informasi yang salah dan postingan yang menghasut – termasuk (kritikan) dari Presiden AS, Donald Trump -.

Baca Juga:   Meningkat Dua Kali Lipat! China Kini Hadapi Kasus Baru COVID-19 di Negaranya

Dilansir dari AFP, pada Selasa, 17 Juni 2020, Kepala urusan global Facebook, Nick Clegg, mengakui bahwa perusahaan telah gagal mengawal selama jajak pendapat yang kontroversial tersebut. Dimana ia menyebutkan, konten yang didukung oleh Rusia itu telah mencapai 126 juta orang Amerika di platformnya.

Nick Clegg, yang menulis di surat kabar Daily Telegraph Inggris pada hari Rabu, mengatakan perusahaan akan memblokir semua iklan di AS selama periode pemilihan dari organisasi media yang dikendalikan negara dari negara lain.

“Siapa pun yang menjalankan iklan politik di platform harus diotorisasi untuk melakukannya,” ucap Clegg.

Ia pun menambahkan, antara bulan Maret dan Mei Facebook telah menghentikan lebih dari 750.000 iklan politik yang menargetkan AS untuk tayang karena pengiklan belum menyelesaikan proses otorisasi.

Baca Juga:   Kemenangan Jessica Andrade, Memukul Telak Rose Namajunas di UFC 237

Tak hanya itu, Clegg mengatakan, Facebook sekarang memiliki lebih dari 35.000 orang yang bekerja di isu keselamatan dan keamanan, tiga kali lipat dari empat tahun lalu.

Dalam opini terpisah, kepala eksekutif Facebook, Mark Zuckerberg mengatakan, dirinya ingin menggunakan jangkauan luas perusahaannya untuk kebaikan dalam pemilihan November tahun ini.

Ancaman terhadap demokrasi “nyata dan berkelanjutan, tetapi sistem kami lebih siap dari sebelumnya.” Sebutnya.

Zuckerberg mengumumkan, kampanye akan segera digaungkan untuk tujuan mendapatkan empat juta orang terdaftar untuk memilih. Dimana Facebook akan menciptakan hub baru dengan informasi otoritatif, termasuk bagaimana dan kapan memilih, serta rincian tentang pendaftaran pemilih, pemungutan suara melalui surat dan informasi tentang pemungutan suara awal.

Baca Juga:   Booming Konferensi Video di Tengah Wabah COVID-19, Whatsapp Bersama Facebook Ikuti Langkah Sukses Zoom

Sebagai informasi, Facebook pertama kali mengumumkan pusat pemilih pada awal Juni, serta berjanji untuk meninjau kebijakan yang menyebabkan keputusan untuk tidak memoderasi pesan kontroversial.

Untuk para pengguna Facebook yang telah mengambil keputusan, “dan hanya ingin pemilihan umum selesai,” jaringan Facebook “juga memperkenalkan (fitur) kemampuan untuk mematikan melihat iklan politik.” kata Zukerberg.

Fitur tersebut akan segera diluncurkan per 24 Juni mendatang. Pengguna dapat dengan mudah mematikan iklan isu-isu politik, pemilu dan sosial lainnya di Facebook. (*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here