Edan! Pria Beristri asal Sumedang Ini Nekat Habisi Nyawa Pasangan Kumpul Kebonya

Mulayana (memakai baju tahanan warna biru) saat dihadirkan dalam gelar perkara kasus pembunuhan di Mapolsek Margahayu, Selasa 9 Juni 2020.

NOTIF.ID, KABUPATEN BANDUNG – Mulyana (27) tega menghabisi nyawa AC, seorang perempuan pasangan kumpul kebonya. Ia nekat membunuh AC lantaran kesal kerap disebut tak berguna oleh AC.

Mulyana membunuh AC pada 31 Mei 2020 di kamar kontrakannya di Kampung Cedok, Desa Sayati, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung. AC dihabisi Mulyana dengan cara ditindih dan dicekeik lehernya.

Kapolsek Margahayu Kompol Agus Wahidin menuturkan,  AC tewas dengan sejumlah luka memar di bagian lehernya. Hal itu diduga akibat bekas dari cekikan yang dilakukan Mulyana. Mayat AC baru diketahui setelah empat hari pascakejadian pembunuhan.

“Pelaku dan korban diketahui sudah tinggal selama setahun ini. Mereka tinggal bersama di rumah kontrakan. Pelaku sendiri sebetulnya sudah berisitri,” kata Agus kepada wartawan saat gelar perkara di Maposlek Margahayu, Selasa 9 Juni 2020.

Baca Juga:   Popi Hopipah: Kontak Dagang Tekan Beredarnya Barang Impor

Dari pengakuan pelaku, kata Agus, pelaku nekat menghabisi AC karena kerap dihina. AC kerap menghina pelaku dengan sering menyebut laki-laki tak berguna dan hanya mengandalkan ekonomi dari seorang perempuan.

Karena tak tahan, ujar dia, Mulayan yang merupakan warga Sumedang itu nekat menghabisi nyawa AC dengan cara menindih dan mencekik lehernya hingga tewas.

Setelah berhasil membunuh pelaku kemudian menggeledah isi dompet korban dan mendapari KTP atas nama mantan suami korban. Untuk mengecoh polisi, ia kemudian meletakkan KTP mantan suami korban di lokasi kejadian.

“Harapannya polisi terkecoh seakan-akan pembunuhan itu dilakukan oleh mantan suami korban. Setelah itu pelaku melarikan diri dengan membawa dompet, hp dan motor matic korban,”‘ kata dia.

Baca Juga:   Pilkada dan Agenda Peningkatan Kualitas Demokrasi

Agus melanjutkan, dari hasil autopsi terhadap jasad korban. Diketahui ada kerusakan pada tulang lunak leher korban akibat cekikan. Setelah dilakukan penyelidikan, pelaku dapat diamankan petugas di daerah Cilame Kabupaten Bandung Barat. Kepada petugas ia mengakui perbuatannya karena sakit hati.

“Pelaku terancam hukuman minimal lima tahun penjara. Karena melanggar 338 dan 365 KUHP,” ujarnya.(put/ras)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here