Pentingnya Beradaptasi Melakukan Olahraga Mandiri Ditengah Pandemi agar Tetap Aman dan Produktif

Ilustrasi Olahraga Renang. Foto: getthegloss.
Ilustrasi Olahraga Renang. Foto: getthegloss.

NOTIF.ID, JAKARTA – Olahraga menjadi salah satu kegiatan yang bisa mengurangi kesuntukan dan kebosanan selama di rumah. Di tengah pandemi Covid-19, kegiatan olahraga menjadi penting untuk tetap mejaga kebugaran tubuh.

Namun mesti diingat, melakukan olahraga di tengah pandemi harus memperhatikan beberapa hal. Sebab, ada sebuah batasan orang melakukan olahraga di tengah pandemi agar tetap aman. Apalagi jika dilakukan di ruangan terbuka seperti lapangan dan melibatkan banyak orang.

Di tengah pandemi, olahraga dapat dilakukan secara mandiri. Olahraga secara mandiri memang menjadi sebuah tantangan tersendiri di tengah masa penyebaran virus SARS-CoV-2. Jika beradaptasi, olahraga secara mandiri akan tetap bisa dilakukan dengan nyaman dan produktif.

Pendiri Komunitas Yoga Gembira Yudhi Widyantoro mengungkapkan bahwa komunitasnya saat ini melakukan secara mandiri saat pandemi. Kendati demikian, kata dia, komunitasnya tetap berolahraga dengan terhubung secara virtual.

“Sebelum masa pandemi, di Taman Suropati minggu pagi, ada minimal 100 orang yang melakukan kegiatan Yoga,” ujar Yudhi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Minggu 7 Juni 2020.

Menurutnya, ada sesuatu yang hilang saat melakukan yoga sendiri.“Kami memiliki ‘ritual’ pintong, pindah tongkrongan,” ujar Yudhi.

Biasanya, komunitasnya itu selalu mencari makanan bersama setelah melakukan yoga. Yudhi mengatakan bahwa rindu kebersamaan merupakan pembicaraan di antara anggota komunitas yoga.

Ia juga menyampaikan bahwa kebersihan perlu dijaga sebelum melakukan yoga, seperti matras yang digunakan dan kebersihan tangan.

Sedangkan bagi yang hobi olahraga bersepeda, beberapa langkah perlu dipersiapkan. Menurut pesepeda Azrul Ananda, olah raga sepeeda mengalami perubahan besar. Salah satunya dengan pemanfaatan teknologi. Dengan bersepeda statis, kita dapat melakukan dengan bantuan virtual meskipun ini tidak sama ketika bersepeda dengan menikmati lingkungan.

Langkah adaptif juga dilakukannya ketika bersepeda. “Memilih sendirian atau membatasi kelompoknya. Sebisa mungkin yang saling kenal. Tentu dengan normal baru,” ujar Azrul yang juga pendiri mainsepeda.com.

Azrul mengatakan, jika memang ingin bersebeda bersama, sebaiknya dilakukan bersama dikenal dan tahu betul mengenai kebiasaan teman tersebut. Sebab, olahraga bersepeda membutuhkan kepercayaan satu sama lain.

“Sebaiknya dngn teman yang kita kenal, kita kenal habit mereka seperti apa. Kita harus saling percaya satu sama lain,” katanya.

Berbeda dengan yoga, langkah adaptif juga sangat dibutuhkan dalam berolahraga sepeda. Selain dalam berkomunitas, persiapan diri juga perlu dilakukan.

Menurutnya orang lebih sadar berolahraga di saat pandemi, namun ia berpesan untuk masyarakat yang memulai ingin olahraga bersepeda untuk mengetahui etika bersepeda, misalnya penggunaan helm, pelindung buff dan formasi bersepeda.

“Ayo olahraga dengan masker saling menjaga. Jangan langsung olahraga, disesuaikan dengan kemampuannya,” ujar Azrul melalui sambungan zoom.

Sementara itu, pelari Melanie Putria menyampaikan, pandemi Covid-19 merupakan kesempatan untuk mengajak anak-anak atau anggota keluarga lain berolahraga di rumah. Mereka yang jenuh dan bosan di rumah dapat kembali aktif dan semangat dengan berolah raga.

Ia sependapat dengan Yudhi, olahraga lari juga memiliki komunitas. Di saat pandemi seperti ini, mereka memiliki rasa rindu luar biasa untuk berlari bersama. Menurut Melanie, pelari tetap harus membawa masker apabila melakukan aktivitas tersebut. “tapi saat berlari masker jangan dipasang, karena menutupi pernapasan,” katanya.

Ia mengingatkan saat berlari dengan menggunakan masker berisiko kepada mereka yang memiliki riwayat sakit jantung bawaan atau penyakit respirasi lain. Masker dapat digunakan kembali setelah tidak berlari.(mrb/ras)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here